WELCOME to pusatceritadewasaku.blogspot.com

Blog ini merupakan kumpulan Cerita Dewasa dimana dunia maya menyebutnya cerita dewasa, cerita seru, cerita lucah, cerita sex atau cerita porno. Blog ini akan terus kami update. Masukan dari pembaca kami ucapkan terima kasih

Tuesday, June 28, 2011

Kenangan Indah di Pangandaran

Pengalaman ini terjadi waktu saya masih di SMA. Menjelang perpisahan SMA, saya dan teman-teman sekelas berencana untuk pergi ke Pangandaran. Di sana, kita menginap di sebuah penginapan yang jaraknya dekat dengan pantai. Kita semua benar-benar bersenang-senang, keliling pantai bersama-sama. Pada malamnya banyak temanku yang jalan-jalan menyusuri pantai sama cewek atau cowoknya masing-masing. Saking asyiknya, mereka sampai lupa pulang, ceritanya sih mereka bersetubuh sama pasangannya masing-masing.

Kenangan Indah di Bali

Cerita ini adalah kisah nyata yang merupakan pengalaman pribadi saya. Nama saya, sebut saja Andre, dan saya bekerja di sebuah perusahaan multi nasional di Jakarta. Beberapa bulan yang lalu perusahaan saya mengadakan workshop regional di Bali. Workshop diadakan di Hard Rock Hotel selama 4 hari, dan yang hadir kebanyakan dari Singapura, Thailand, Malaysia, Hong Kong dan sebagainya. Jumlah peserta sekitar 40 orang, dan selama berlangsungnya workshop kami dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari masing-masing sekitar 8 orang. Karena banyaknya aktivitas yang kami lakukan bersama, otomatis kami jadi kenal dengan baik satu dengan lainnya, terutama rekan-rekan yang satu kelompok.

Kenangan Ebtanas 02

Sambungan dari bagian 01

Buah dada Poppy masih sangat kencang dan bulat, kuelus buah dadanya dari luar bra yang digunakannya, baru kemudian kuberanikan untuk menyusupkan jemariku ke dalam bra, halus dan hangat terasa jemari tanganku menyentuhnya, Poppy pun melenguh, nafasnya semakin tak beraturan ketika tanganku menyentuh buah dadanya bagian dalam. Bra yang kurasakan sangat mengganggu tersebut akhirnya dengan jerih payah berhasil kubuka, (karena kebetulan kancing pengaitnya ada di depan, jadi mudah untuk menemukannya). Setelah terbuka, tanganku menjadi semakin leluasa menggerayangi kedua buah dada Poppy. Kuelus-elus buah dada Poppy memutar keliling bagian luarnya, baru kemudian kutemukan pentil susunya yang masih sangat kecil mungil, dan kubayangkan pasti warnanya merah muda. Kupelintir-pelintir pentil susunya, membuat Poppy semakin menggelinjang "aahh, kakk, Poppy.. gelii.. banget nih", ujar Poppy, aku tak bisa menjawab, karena nafsu birahiku semakin memuncak, aku hanya dapat tersenyum sambil mengecup keningnya. Tanganku pun semakin berani bergerilya, sementara tangan kananku sibuk menggerayangi buah dada, maka tangan kiriku mulai berani untuk mengelus-elus paha putihnya, busyeet! teman-teman, pahanya halus banget, kuelus dari lutut, kemudian naik sedikit sampai kira-kira 20 cm dari lutut, kemudian turun lagi, ingin rasanya elusan tanganku ini kuteruskan ke atas, namun keberanian diriku belum penuh.

Kenangan Ebtanas 01

Pertama-tama aku mau memperkenalkan diri dulu. Namaku "Eot" (nama panggilan dari orangtua dan teman-teman). Aku sekarang berumur 24 tahun dan sudah bekerja di salah satu perusahaan konsultan swasta di Jakarta. Cerita ini merupakan kisah nyata yang benar-benar terjadi beberapa tahun yang lalu (kira-kira bulan July tahun 1989), saat itu aku baru duduk di kelas 1 SMA di SMA Negeri 'XX' di kota Bandung. Pada saat itu aku punya seorang pacar yang sudah kupacari selama kurang lebih 1 tahun 2 bulan, aku dan dia memang sudah pacaran semenjak di bangku SMP (pada saat itu aku dan dia sama-sama di SMP negeri-Bandung). Pacarku adalah adik kelasku pada saat itu.

Kenangan di KA Argo Muria

Ini adalah pengalamanku yang benar-benar gila, karena aku sendiri tak menyangka kalau kejadian ini bisa terjadi pada diriku.

Jumat pagi, 16 Mei 2003, aku kembali ke Jakarta setelah bertugas di Semarang sejak hari Senin. Karena Sabtu pagi aku ada undangan pernikahan temanku, maka kupaksakan diri untuk naik kereta pagi. Ya, aku naik Argo Muria pagi, dan benar-benar berangkat pukul 05.00 pagi. Sengaja aku memilih kereta api, karena aku ingin menikmati suasana pagi di sepanjang perjalanan.

Kenangan Di Bali

Pada awalnya aku tidak pernah menyangka akan ML untuk pertama kali pada bulan pertamaku tinggal di Bali. Waktu itu aku baru masuk kuliah dan dapat tempat kost di daerah Jimb. Lingkungan kostku juga cukup enak dan tenang, apalagi aku tinggal sendiri di kostku itu.

Kenangan Cilegon

Kisah ini adalah kisah nyata yang memang menghiasi kisah petualangan saya. Saya adalah seorang mahasiswa yang berada di kota industri di daerah Jawa paling barat, di Cilegon. Kota yang sangat panas dimana harga-harga kebutuhan sangat tinggi. Hari-hariku aku lalui dengan segala aktifitas yang membuat konyol diriku sendiri. Pagi sampai siang kuliah, sore nongkrong, malam keluyuran ke tempat-tempat keramaian. Kalau tidak jalan-jalan ke Ramayana paling-paling main bilyard ke **** (edited) atau ke LM.

Kekuatan Cinta 02

Sambungan dari bagian 01

Saling berkirim foto merupakan cerita tersendiri yang kupikir agak lucu. Aku men-scan foto yang kuambil dari rumah sedapatnya (jangan sampai isteriku tanya ada angin apa nih nyari-nyari foto) dan kukirim lewat mail. Florence juga telah kirim pic-nya lewat yahoo emailnya tapi Florence belum juga membuka file jpeg fotoku, belum siap katanya (ini membuatku agak kurang pede juga, jangan-jangan Florence jadi berubah ketika melihat wajahku yang "biasa-biasa" saja). Lalu dia bilang, kalau dia akan membuka pic-ku pada saat yang bersamaan di hari jumat karena disaat itulah kita berkenalan pertama kali dan Florence ingin mencoba membuat hari itu tidak terlupakan. Jadilah, Jumat pukul 13.00 WIB kami tahu wajah masing-masing.

Kekuatan Cinta 01

Si Bule petugas Imigration ini mulai membuatku kesal. Dia lebih lama meneliti pasporku dibanding orang-orang sebelumku tadi. Dibolak-balik lagi, padahal visa Italy yang kudapat masih berlaku. Ini memang kunjunganku ketiga ke Roma. Tentu kali ini kunjungan yang berbeda, bukan training seperti sebelumnya, tapi aku melakukan perjalanan ribuan mil kemari hanya punya satu tujuan: Menemui Florence, kekasih gelapku.

Kekasihku yang Kusayangi

Saya seorang murid SMU Negeri kelas 2. Umurku 17 tahun dan mempunyai seorang kekasih yang berumur 19 tahun. Pacar saya sudah bekerja di X properti dan mengambil kuliah sore di Y.

Suatu saat saya dan pacar saya (bernama Wanda) menonton film Titanic di Mall Taman Anggrek. Film pun dimulai, dan saya pada waktu itu sedang sedikit marah sama dia. Dia bertanya "Kenapa sih kamu dari tadi diam saja?" Saya pun diam saja dan pura-pura tidak mengacuhkan.

Kekasihku Keturunan Indo Jepang

Ini satu lagi pengalamanku sebelum bertemu Ira. Aku berpacaran dengan seorang gadis keturunan Jepang, sebut saja namanya Mei. Ayahnya seorang Jepang yang telah menjadi WNI, sedangkan ibunya orang Indonesia asli keturunan Dayak. Jadi bisa dibayangkan anaknya berkulit putih mulus (kalau orang bilang kopi masuk tenggorokannya akan kelihatan).

Kekasih dan Suamiku 04

Sambungan dari bagian 03

Aku masih tergolek di sofa dengan t-shirt tersingkap sampai di bawah dada. Anton mengelap ceceran maninya di perutku dengan tissu. Aku mengamati kerjanya. Penisnya yang masih mengacung berkilat ikut berguncang seirama gerakan tubuhnya. Selesai mengelap dia minta izin menggunakan kamar mandi di dalam, Aku izinkan, toh tak ada siapa-siapa.

Kekasih dan Suamiku 03

Sambungan dari bagian 02

Tadi malam susah tidur membuatku pagi ini tidak fresh. Hari ini babysitter minta cuti, mau pulang kampung, tugasnya diambil alih oleh pembantu. Aku beranjak hendak mandi ketika Aku lihat Si Iyem (pembantuku) kerepotan menjemur pakaian sambil momong anakku.
"Yem, kamu urus Randy aja ya, biar Ibu yang jemur pakaian."

Kekasih dan Suamiku 02

Sambungan dari bagian 01

Entah kenapa dalam usiaku yang 23 tahun ini Aku jadi begitu "membara". Aku ingin Jimmy melumatku setiap malam, Aku memimpikan hal itu, bagai kehausan yang tak kunjung puas. Mimpi tinggallah mimpi. Kenyataannya Jimmy semakin tenggelam mengurus usahanya. Dia menyetubuhiku seminggu sekali, di hari libur. Sementara Aku menginginkan setiap hari. Pernah suatu malam menjelang tidur Aku kepingin banget. Aku coba mulai mengelus-elus tubuhnya, dengan "kode" begitu Jimmy telah mengerti bahwa Aku menginginkan hubungan seks. Dengan halus dan sembari meminta maaf Jimmy menolak, capek katanya. Dia memang benar-benar capek setelah seharian bekerja keras. Sebentar kemudian dia telah lelap. Tinggal Aku sendiri, susah tidur dan akhirnya hanya bisa menangis.

Kekasih dan Suamiku 01

Aku malu membeberkan kisah hidupku sendiri sebagai ibu rumah tangga baru yang terlibat love affair, namun agar pembaca tahu tentang salah satu pernik kehidupan seorang isteri yang kesepian. Dan yang tak bisa menahanku untuk bercerita ini adalah karena Aku memang gemar menulis sejak di bangku Sekolah Dasar. Seseorang telah mengenalkanku pada dunia maya ini beberapa bulan lalu.

Kejutan Tidak Terduga

Siang itu aku agak cepat pulang kuliah, bukan karena malas ikut kuliah yang masih ada, tetapi karena kakiku sakit (mungkin terkilir) dan ada bagian yang membiru sedikit. lagi-lagi karena main sepak bola yang kurang hati-hati, dengan teman sekampus tadi pagi. Dengan naik motor, aku ingin secepatnya pulang dan memberi obat (minyak urut), terus istirahat di rumah.

Kejenuhan Membawa Kenikmatan

Rabu, 25 April 2001, kira-kira pukul 07:00 malam, saat itu aku lagi lembur di kantor. Jenuh dengan keadaan, akhirnya aku keluar kantor dulu sebentar, ya sekedar cari angin atau kasarnya cuci mata kali ya. Akhirnya mobil kuparkirkan di pelantara pusat pertokoan yang ada di tengah-tengah kota kembang. Wahh, seger juga nih, jadi tidak BT lagi. Sambil berjalan menelusuri trotoar, aku melihat beberapa produk yang dipajang di etalase, secara kebetulan, mataku tertuju ke stan penjualan produk alat-alat kosmetik. Mataku tidak lepas memandang sosok tubuh yang rasanya seperti kukenal. Dengan ragu-ragu aku hampiri juga stan kosmetik itu. Tidak jauh dari stan itu, aku diam dulu beberapa saat sambil memeperhatikan sosok tubuh yang rasanya kukenal.

Kejamnya Ibukota

Namaku Budi. Akibat dampak krisis yang berkepanjangan, menyebabkan aku dipecat dari perusahaan. Dengan modal seadanya aku berusaha wiraswasta kecil-kecilan. Baru mulai dapat pasar, pemasukan sudah mulai membaik, eh peralatan di tempat usahaku dicuri maling. Apes benar yah. Sekejam-kejamnya ibu tiri tidak sekejam ibu kota, memang ada benarnya.

Keindahan White Venus

Ternyata konotasi indah pada nick name-nya bukan sekedar basa-basi. Aku sempat terkejut juga, ketika dia kirim fotonya ke emailku, matanya biru khas Indo, wajahnya paduan Mandarin Indonesia, belahan dadanya meskipun tidak besar tapi kelihatannya sangat putih dan sekal.
Otakku langsung ngeres berpikir, "Bagaimana caranya untuk mendapatkan semua keindahan itu..?"
Tapi aku pun sempat berpikir bahwa si White Venus mengirimkan foto orang yang diambil dari situs-situs Mandarin, Penasaran aku pun reply emailnya dengan catatan bahwa aku tidak percaya itu foto dirinya, eh malah dia nantang mengajak ketemu. Ini dia yang aku tunggu..!

Keindahan Pengganti

Cerita ini merupakan kisah pribadi saya yang terjadi sekitar tahun 1999. Cerita ini berawal ketika saya mulai melanjutkan studi di satu perguruan tinggi swasta di kota Bandung. Saya sendiri datang dari daerah yang terpencil jauh dari keramaian dan pergaulan kota.

Kehidupan yang Indah 03

Sambungan dari bagian 02

Aku baru sadar waktu Anya membuka mata menatapku. Aku cuma bisa senyum lalu menunduk sedikit. Aku salah tingkah sekali. Tapi mungkin Anya menganggapnya berbeda. Dia bangun dari posisi tidurnya, mengambil daguku perlahan. Lalu ia terpejam, meraba pipiku sambil berbisik, "Vi, ini Anya." Terus kami berciuman lembut, tidak menjadi buas. Memang dasarnya aku saja kali yah yang nakal, aku mulai menurunkan ciumanku ke arah leher dada, menjilati ke dua buah dadanya. Tanganku terus meraba punggung Anya. Anya hanya bersandar pada kedua tangannya, membiarkanku memberi banyak kecupan basah pada dada yang bulat mengacung ke atas itu. Mengindrai perut Anya dengan lidahku, juga menyenangkan untukku. Tapi lama kelamaan jadi ketebak deh arah dan tujuannya, ya ke situ-situ juga ujung-ujungnya.

Kehidupan yang Indah 02

Sambungan dari bagian 01

Waktu aku kembali, Anya duduk di pinggir tempat tidurku dan lampu kamarku sudah diterangkan. Sambil duduk di sebelahnya, aku menuangkan air es untuknya. Sementara dia minum, aku mengambil bantal bersender di ranjang. Anya duduk merapatkan dadanya di depanku. Kajadian saling mencumbu yang hampir serupa dengan di atas terulang hampir mirip situasinya. Hanya bedanya kini Anya sudah mulai berani untuk menyelusupkan tangannya ke balik baju tipisku. Jari lembutnya bermain selancar di atas perutku. Dan aku senang sekali untuk dapat mainan baru. Sebuah gitar baru, yang aneh bentuknya. Gabungan saxophone dan gitar, dengan kemampuan sangat interactive sekali. Tapi 'saxophone'-nya dikulum, sangat berdimensi manusiawi, tidak seperti polygon di komputer 3D. Itu makanya jariku menikmati sekali untuk menelusurinya. Walaupun Anya masih seperti kado yang belum dibuka. Aku senang untuk bersabar menikmati kemasan sebuah kado sebelum membukanya. Bahkan sampai pada telapak kaki Anya, kuraba-raba di sana, bermain di antara jemari kakinya, memijat dan menggaruk. Bagian yang terbagus dari dirinya adalah dia hidup. Hmm, bukan menyamakan Anya seperti barang, cuma berusaha untuk menggambarkan betapa ia begitu hidup dan begitu nyata di pelukanku.

Kehidupan yang Indah 01

Oh yah, anggap saja namaku Alvi, pria 27 tahun. Hmm, bagaimana aku harus menjelaskan diriku yah? Hmm, kalian tahukan, untuk buang angin yang tidak kelihatan saja, aku malu untuk sombong ke orang lain, apalagi untuk identitas aku yang kelihatan. Jadi maaf yah, aku sembunyikan detail-detail khusus. Jadi jangan berusaha menebak-nebak yah, walaupun ini kejadian nyata. Dan kalau berharap untuk kisah Superman bermain seks, sepertinya lebih bijak untuk click ke cerita yang lain. Ini cuma kisah nyata sederhana yang diceritakan dengan sopan, setidaknya itulah yang bisa kulakukan untuk menghormati kaum Ibundaku.

Kegelisahan Sang Petualang

Kisah-kisah tentang wanita tidak akan pernah berakhir, setidaknya buatku. Dalam kesibukan pekerjaanku, setiap hari selalu dihiasi oleh keindahan wanita, dengan segala nalurinya. Di atas meja kantorku, kuhiasi dengan photo dari gadis kecil berumur 3 tahun setengah. Dialah anakku, gadis yang paling berharga dalam hidupku. Segala tingkah dan ekspresinya terasa sangat indah bagiku. Dialah penyejuk dalam hidupku di tengah hiruk-pikuknya Jakarta dengan segala permasalahannya. Istriku bahkan beberapa kali marah karena aku tidak bisa memarahi anaknya yang menumpahkan air di lantai atau mengacak-ngacak dompet ibunya. Bagiku dia adalah anak yang sedang berkembang dengan baik. Kadang ingin mencoba melanggar aturan dan mengetahui apa akibatnya. Dan lebih banyak lagi adalah dalam proses berkembang dan belajar. Karena itu aku sangat hati-hati dalam mengeluarkan aturan. Aku hampir tidak pernah mengeluarkan aturan atau perintah, kecuali sesuatu untuk menjaga keselamatannya. Dibanding istriku, aku mungkin lebih sering memandikan anakku. Aku sering bepergian berdua dengan anakku apalagi kalau istriku sedang tugas pada hari sabtu atau minggu. Kadang ke mall untuk mencari makan atau membeli baju, kadang pergi berenang. Sering aku menjadi objek perhatian orang tatkala memandikan gadis kecil di shower pria, kemudian mendandaninya dengan baju yang cantik.

Kegelapan Malam Saat Camping

Pada waktu kemping di pegunungan dieng tahun 1998, ada dua kemah untuk tidur kami berdua. Kemah satu untuk cowok yang berjumlah 4 orang dan lainnya untuk cewek yang berjumlah 4 orang. Pada suatu malam, kemah tempat cewek kebanjiran karena hujan yang besar tidak bisa tertampung di saluran yang mengelilingi kemah itu. Tentu saja mereka kalang kabut ditengah tidur lelap kami. Tentu saja kami jadi ikut terbangun dengan kegaduhan suara cewek-cewek itu.

Kebimbangan

"Jangan ah, nanti suamiku cemburu," kataku sambil menunjukkan cincin kawinku yang berkilat karena memang masih baru itu. Begitulah jawaban dan gaya yang kuberikan pada customer atau rekan kerja yang mencoba-coba dengan dialog-dialog menjurus, atau bahkan yang terang-terangan, dengan harapan dapat mengajakku kencan. Memang wajar saja jika banyak yang tergoda melakukan itu. Walau di kantor yang cukup bonafit di kota Surabaya ini, aku selalu menjaga sikapku, namun tak dapat dihindari bahwa aku memang dikaruniai wajah yang cantik dengan tinggi 165 cm, berat 52 kg, kaki yang jenjang dan sepasang buah dada montok. Usiaku pun masih muda untuk lingkungan kantorku, baru 24 tahun pada saat kisah ini terjadi 3 tahun yang lalu. Devi N****(edited) namaku.

Kebetulan Membawa Nikmat

Saya adalah seorang laki-laki kira-kira berumur 33 tahun, tinggi sekitar 172 cm dengan wajah lumayan (kata teman-teman). Saya sudah bekerja dan sekarang sedang menjalani tugas keluar kota yaitu Semarang. Kisah saya ini baru terjadi sebulan yang lalu. Pada saat itu saya sedang melakukan perjalanan dari Semarang ke Jakarta naik kereta api Argo Bromo. Dari Semarang kira-kira jam 12.00 siang. Kebetulan saya duduk berdampingan dengan seorang wanita kira-kira berumur 35 tahunan. Wajahnya tidak begitu cantik, tetapi potongan tubuhnya begitu seksi dengan pakaian kaos atas berlengan panjang dengan belahan leher yang agak ke bawah dan celana sedikit longgar. Dadanya begitu menonjol dengan memperlihatkan garis belahan dada yang putih bersih. Saya memperkirakan ukuran susunya 36B. Setelah menaruh tas yang tidak begitu besar, dia duduk di sebelahku dan menyapa,
"Selamat siang Dik."
"Selamat siang juga Bu.." jawabku.
"Adik mau ke mana?" tanyanya.
"Mau ke Jakarta Bu, kalau Ibu?" tanyaku balik.
"Kalo gitu kita sama", jawabnya.

Kasih yang Hilang

Cerita ini merupakan sebuah kisah nyata yang sampai sekarang masih menjadi ganjalan di dalam pikirannku. Tentang arti kisah cinta yang dapat mengubah arti cinta bagi para pakar percintaan. Saya adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas negri di kota kembang (Bandung). Sebut saja nama saya Andi (samaran), saya berasal dari suatu daerah di Jawa Tengah. Apabila saya pulang ke Jawa, harus menempuh perjalan semalam untuk sampai di Jawa Tengah. Suatu waktu saya harus menempuh perjalanan ke Jawa dengan cara berantai, yaitu dari Bandung-Purwokerto-Solo, sebab hari itu memang arus antar kota sangat padat hingga saya tidak mendapat tiket bus yang patas. Semua itu harus saya jalani dengan terpaksa, Bus Mandala adalah bus yang akan mengantar saya ke Jawa, tetapi harus transit dulu ke Purwokerto baru ke Jawa.

Kasih Sayang Seorang Pembantu - 4

Dari bagian 3


Mia langsung memungut dasternya yang berserakkan dilantai, saya mencegahnya dan saya dudukkan dilantai sambil mengusap-usap rambutnya agar tenang. Setelah agak tenang, saya mengangkat wajahnya agar menatap saya dan terlihat matanya agak sembab. Saya mencium pipinya yang diteruskan ke bibirnya. Rupanya Mia menikmati ciuman tersebut sambil tangannya meraih kemaluan saya untuk dielus-elus perlahan. Otomatis kemaluan saya bangkit lagi, saya rebahkan Mia sambil tangan kanan saya meraba vaginanya yang masih basah bekas siraman peju tadi. Mia menggelinjang-gelinjang ketika jari saya menyentuh G-spotnya, vaginanya bertambah basah saja sampai keluar membasahi lantai.

Kasih Sayang Seorang Pembantu - 3

Dari bagian 2


Semakin hari semakin menjadi-jadi dan tanpa kenal waktu lagi bagi kami berdua. Mia sudah tidak segan-segan lagi jika sedang ingin melakukan hubungan badan, Mia langsung meminta dariku tanpa malu dan ragu. Hubungan kami berjalan mulus tanpa ada yang menghalangi sampai saat ini. Kami melakukan dimana saja bila sudah tak terbendung lagi hasrat ini, didapur, diruang tamu, dikamar mandi bahkan diteras rumah sebagai variasi/fantasi.

Kasih Sayang Seorang Pembantu - 2

Dari bagian 1


Semakin hari semakin indah permainanku bersama Mia, karena Mia sangat memperhatikanku dan selalu membuatku semakin gila untuk mencumbunya bila bertemu dengannya. Suatu hari ketika isteriku baru pulang dari kerja, isteriku kelihatan suntuk dan kalau sudah begitu pasti terjadi keributan denganku. Sayapun pasti terpancing oleh emosi yang dibuat oleh isteriku sehingga tak tahan lagi untuk pergi keluar rumah dan mencari udara segar.

Kasih Sayang Seorang Pembantu - 1

Sebelumnya ingin memperkenalkan diri Saya Iwan usia 32 tahun dan sudah berkeluarga dengan dua orang putri yang masih kecil. Saya ingin membagi cerita pengalaman ini kepada para penggemar situs ini berdasarkan pengalaman yang Saya alami.

Saya tinggal bersama keluarga serta seorang pembantu rumah tangga sebut saja bernama Mia, dia berumur sekitar 17 tahunan dan berasal dari daerah Jabar. Saya adalah seorang korban PHK salah satu Perusahaan yang bangkrut dan menganggur. Istri bekerja pada perusahaan swasta yang berpenghasilan cukup untuk kehidupan kami sekeluarga walaupun pas-pasan. Tetapi Saya dan istri memang sering berselisih paham sehingga terjadi keributan kecil yang membuat Saya menjadi merasa terpojok karena posisi Saya yang masih menganggur.

Karena Terlambat Datang

Aku ingin menceritakan satu pengalaman terbaru setelah mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan swasta di Bandung baru-baru ini. Pagi itu, aku terlambat masuk kantor karena ketiduran. Semalaman aku menyaksikan dua buah Blue Film versi Indonesia. Karena kesiangan, aku jadi malas pergi ke kantor. Namun, keterlambatan itu akhirnya membuatku meraih sesuatu yang sudah lama kuidam-idamkan.

Karena Terlalu Bernafsu

Aku sudah dua bulan putus dengan pacarku, selama itu pulalah aku tidak dijamah pria. Malam mimggu ini aku sendiri lagi. Kuputuskan untuk main ke sekretariat Mapala di kampusku yang biasanya ada yang menunggu 24 jam. Aku bukan anggota, tapi kenal beberapa orang. Disana sepi, hanya ada Mas Putra yang tengah asyik nonton TV. Setelah saling menyapa, kami menonton sambil mengobrol.

Saturday, June 25, 2011

Karena Cinta, Bukan Nafsu Semata

Aku seorang musisi amatir, dan berdomisili di Yogyakarta. Pacarku, Rani tinggal di Jakarta, dan kami sudah 3 tahun berhubungan antara serius dan tidak. Maksudnya kami serius pacaran, tapi kami sudah berkomitmen untuk sementara tidak terlalu terikat, karena kami yakin keterikatan akan menyebabkan kami tidak bisa menikmati hidup muda kami. Karena tempat tinggal kami berjauhan, jadi hanya sesekali saja aku bertemu muka dengan Rani. Kalau pas liburan, Rani kadang menjengukku ke Yogya, dan sebaliknya. Nah, saat-saat seperti itulah, cerita ini terjadi.

Kapal Cinta

Boleh dibilang saya merupakan laki-laki yang beruntung. Karena terus terang saja saya tidak mempunyai penampilan fisik yang sangat baik, walaupun tidak jelek-jelek sekali. Kulit saya yang cukup gelap, badan saya yang cukup atletis, dan yang pasti batang kemaluan saya yang cukup ukurannya. Tapi mungkin karena secara naluri saya sangat senang melayani orang lain, sehingga akhirnya saya menjadi seperti sekarang ini dengan segala kelebihan yang saya miliki.

Kaniaku

Sebagai seorang pencari bakat, sebut namaku Mas Boy. Aku sering berhubungan dengan wanita yang berambisi untuk menjadi artis. Sebagai pemandu bakat, tentunya aku punya relasi yang sangat luas dengan para kreator sinetron dan film. Kelebihan inilah yang tidak dimiliki agency model lain. Karena kelebihan inilah membuat banyak model yang mencoba mendekatiku.

Kamu Laki-laki Bukan, Sih? - 3

Dari Bagian 2

"Rara, kamu tidak boleh menolak, nikmati saja apa yang akan kuberikan padamu" ujarku. Kucium bibirnya, turun ke putingnya kiri kanan, kujulurkan lidahku berputar putar di putingnya lalu kuhisap putingnya bergantian sambil jari telunjukku berputar-putar di klitorisnya.
"Ohh.. Uuhh.. Ennaak banger Vir.. Terus lebih kencang" teriaknya. Lidahku kuturunkan ke perutnya, kujilat pusarnya sampai sekeliling pinggangnya, lalu kususuri bulu bulu tipisnya dan akhirnya lidahku menemukan klitorisnya. Tiba tiba, Rara menahan kepalaku.
"Jangan Vir, aku belum pernah dioral sebelumnya" rintihnya.

Kamu Laki-laki Bukan, Sih? - 2

Dari Bagian 1

Setelah seharian cukup lelah mengurus pekerjaan dengan Arif, aku kembali ke hotel jam 4 sore. Masih cukup waktu untuk santai berenang di kolam renang hotel. Pertamina Cottage adalah bangunan tua yang belum direnovasi seperti sekarang ini, saat ini sebuah cottage yang sudah berubah menjadi 2 kamar hotel, sedangkan dulu masih berupa satu kamar dengan ukuran luas, sehingga sangat nyaman tinggal disana. Salah seorang presiden Amerika pernah tinggal di salah satu suite di sana dengan kaca anti peluru. Salah satu mantan Presiden Indonesia pun mempunyai cottage khusus yang konon tidak pernah disewakan pada tamu lain.

Kamu Laki-laki Bukan, Sih? - 1

Suatu Kamis di Awal 1988, aku mendarat dengan pesawat Garuda di bandara Ngurah Rai, Bali pukul 21:30. Setelah selesai urusan di airport, aku keluar dan bertemu sopir partner kerjaku di Bali. Saat itu kantor tempat aku bekerja sedang ada proyek di beberapa propinsi di Indonesia di antaranya Bali. Aku bertugas untuk mengawasi seluruh pekerjaan sehingga acap kali terbang kesana kemari dan paling sering yang kusinggahi adalah Bali, rata-rata 2 kalisebulan aku kunjungi Bali selama 2-3 malam.

Kamar 19

Nama saya Paul dan tentunya itu bukan nama asliku karena aku tidak mau jika ada temanku yang membaca kisah nyataku. Saya sekarang sedang mengambil study di Australia di bagian Electronic Commerce. Semenjak saya lulus dari Bachelor study, banyak teman-teman saya yang berasal dari Indonesia pulang dan bekerja di Indonesia sehingga kehidupan saya di Perth terasa sangat membosankan karena teman baruku sekarang tidak seheboh teman-teman lamaku.

Kakak Temanku yang Binal

Kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman pertamaku saat kehilangan keperjakaanku ketika baru selesai semester 1 kuliah. Awalnya begini, aku dan 3 orang sahabatku Steven, Erwin dan Wan Fu sudah akrab sejak kelas 1 SMA. Ketika kuliah hanya tinggal aku & Steven yang sekampus, Erwin dan Wan Fu telah berpisah, tapi kami masih sering kumpul bareng dan main bersama.

Kakak Kekasihku 02

Sambungan dari bagian 01

Apa yang harus kulakukan? Batinku terus bertanya-tanya. Mataku melihat ke arah jam tanganku, jam 9:40, berarti Maya tidak akan pulang sedikitnya 1 jam dari sekarang. Akhirnya dengan nekad, kudekati kamar Mbak Sylvia dan aku kembali masuk ke kamarnya, saat itu ada perjudian di benakku, jika sedikit kudorong pintu kamar mandinya tetap tertutup berarti Mbak Sylvia tidak menginginkanku, sedangkan jika terbuka berarti Mbak Sylvia memang berharap aku untuk menyentuhnya.

Kakak Kekasihku 01

Namaku Rudi tinggal di Bandung. Aku baru saja menyelesaikan kuliah di salah satu universitas di Bandung. Saat ini aku mempunyai seorang pacar bernama Maya. Maya tinggal bersama orang tuanya dan seorang kakak wanita yang bernama Mbak Sylvia. Maya berusia 23 tahun sedangkan Mbak Sylvia berusia sekitar 25 tahun, atau lebih tua 4 bulan dariku. Ada peristiwa yang terjadi tanggal 20 November 2000 yang lalu, dan hal ini akan kuceritakan kepada pembaca pustceritadewasaku.blogspot.com. Dalam tulisan ini aku hanya akan menggambarkan tentang Mbak Sylvia karena memang dengan dialah peristiwa ini kualami.

Kado Ulang Tahun

Namaku Tamara, dan waktu bekerja di salah satu perusahaan Jepang di Jakarta, Boss-ku memberi nama Tokosu, karena katanya mukaku mirip dengan keponakannya yang ada di Jepang, dan supaya lebih akrab maka aku di panggil Tokosu.

Kado Ulang Tahun untuk Dewi

Waktu itu hari Sabtu di bulan Juli. Hari jadinya Dewi. Dewi dan aku telah menjadi pasangan sejak 8 bulan. Dewi itu anaknya PD (percaya diri), ceria dan spontan blak-blakan. Meskipun terkadang dia bisa judes sekali tetapi dia jujur terhadap lawan bicaranya, selalu berbicara sesuai dengan keadaan hatinya. Dewi tidak memiliki wajah cantik seperti bintang-bintang film layaknya, tetapi dia memiliki senyum yang bila orang melihatnya mampu mengeluarkan perasaan yang nyaman bagi kita-kita. Buatku dia adalah yang terseksi.

Kabut Pagi di Simpang Lima 02

Sambungan dari bagian 01

Setelah puas bermain di anusnya, tangan kiriku membelai pinggulnya dan kupegang penisku dengan tangan kanan. Perlahan kuletakkan di mulut rahimnya yang memerah basah itu, kusibakkan labia myora dan minora-nya dengan kepala penisku nan lembut dan hangat.
"Emmpphh.. ookkhh..!" desah Yuni.
Tampaknya pengaruh kehangatan penisku mulai bekerja. Perlahan namun pasti, kumasukkan centi demi centi dan tiba-tiba Yuni menghentakkan pinggulnya keras ke belakang diikuti dengan menggoyang putar pinggulnya.
"Aaakhh.." pekik kami bersamaan saat hentakan itu tadi.
"Sleepprrtt..," 15 cm batang pejalku telah mengisi rongga rahimnya yang rindu akan kocokan, gesekan dan juga kehangatan penis. Bersamaan itu pula Yuni menjerit lirih sambil mendongakkan kepalanya, rambutnya yang panjang itu ia geraikan ke samping kiri lehernya.

Kabut Pagi di Simpang Lima 01

Tahun 1997 adalah tahun-tahun keperkasaanku, dimana saat itu aku masih berusia 25 tahun dan banyak gadis-gadis menunggu giliran apelku tiap malam minggu. Aku sendiri sekarang sudah berkeluarga, mempunyai seorang putra yang berumur 4 tahun.

Just For Fun With Nina

Pengalaman ini baru saja terjadi kurang lebih 8 bulan lalu. Pada awalnya kami kenalan melalui chatting, kalau saya sedang online chatting, saya selalu memakai nick name yang sama yaitu co.. sex. Pada waktu itu saya memang lagi bete berat dan bermaksud untuk chatting biar dapat kawan untuk bisa ditelponin dan saya mengklik hampir semua nick yang saya pikir adalah wanita. Setelah sekian lama, akhirnya ada beberapa balasan dari mereka. Seperti yang saya sudah duga, beberapa dari mereka ternyata cuman iseng saja dan tidak ada kelanjutan dari chat tersebut, baru kemudian ada satu orang yang ternyata terus mereply jawaban dari saya. Sampai akhirnya kami bertukaran nomor telepon.

Juraganku Kekasihku

Aku bekerja sebagai seorang sopir di Malang. Namaku Sony, umurku 24 tahun, dan berasal dari JemBut. Aku sudah bekerja selama 2 tahun pada juraganku ini, dan aku sedang menabung untuk melanjutkan kuliahku yang terpaksa berhenti karena kurang biaya. Wajahku sih kata orang ganteng, ditambah dengan tubuh lumayan atletis. Banyak teman SMA-ku yang dulu bilang, seandainya aku anak orang kaya, pasti sudah jadi playboy kelas super berat. Memang ada beberapa teman cewekku yang dulu naksir padaku, tetapi tidak aku tanggapi.

Jumat yang Tak Terlupakan

Seperti yang telah direncanakan, Jumat sore aku menjemput Lin ke kantornya dan segera berangkat ke Pantai Carita. Selama perjalanan Lin terlihat ceria sekali. Tape mobil disetel keras-keras dan Lin bernyanyi dengan lepasnya. Blazernya dibuka dan terlihat Lin mengenakan baju tipis warna putih tanpa lengan. Dadanya lembut menantang terbalut BH tipis. Putingnya samar terlihat dari luar. Sesekali Lin mencium pipiku selama perjalanan. Aku tersenyum saja. Sesekali tanganku mengelus pahanya yang mulus. Maklum dia mengenakan rok mini waktu ke kantor.

Juliana Kekasihku

Nama saya David, mahasiswa STMIK terkenal di daerah Slipi, saya memiliki pacar yang bernama Lia, mahasiswa Universitas yang beken, dia anak Manajemen, Waduh saya nggak pernah bermimpi sampai memiliki cewek yang cantik sekali hampir-hampir seperti Charlie Yeung, beruntung sekali saya. Lia adalah anak orang yang cukup berada, setiap ke kampus selalu naik Starlet warna biru malam, sedang saya adalah anak orang sederhana yang cukup ke kampus dengan sepeda motor. Maklum bapaknya adalah pedagang pakaian di Tanah Abang. Saya seperti mendapat durian runtuh, mana dia anak perempuan tertua, adiknya ada dua, satu laki-laki dan satu perempuan.

Joko Sayang Mbak Tiyah...

Namaku joko, umurku memasuki usia kurang lebih 20 tahun bulan ini. Para reader yang budiman, aku akan bercerita tentang pengalaman nyata pertamaku bagaimana rasanya bersetubuh dengan wanita. Pengalamanku ini terjadi pertengahan tahun 1995 dengan kakak teman karibku.

Jenny

Sejak aku duduk di bangku SMA, aku selalu meraih ranking pertama dalam tiap semester, sikapku agak pendiam dan pemalu karena waktu itu mungkin diantara seluruh murid akulah yang termiskin, Walau demikian tidak sedikit teman sekelasku yang wanita mendekatiku, yah mungkin untuk sekedar nyontek kalau ulangan, diantara sekian banyak cewek, ada yang sangat menarik perhatianku, namanya Jenny, julukannya TOGE PASAR (TOket GEde PAntat beSAR).

Jenny Teman Lesku

Nama saya Jeffrey, umur saya sekarang 25 tahun. Saya tinggal di daerah yang paling dekat dengan negeri Singa. Saya ingin berbagi cerita nyata yang saya alami sendiri kepada para pembaca pustceritadewasaku.blogspot.com. Ceritanya dimulai dari perkenalan saya dengan cewek yang bernama Jenny yang berasal dari Jakarta. Kira-kira pada bulan juni tahun 1994. Waktu itu saya lanjutin sekolah saya di CTC English Course, untuk masuk ke CTC saya harus ditest grammarnya dulu baru bisa ditentukan tingkatannya.

Jeanny 03

Sambungan dri bagian 01

Tubuhnya sambil menggeliat-geliat dan mulutnya mengeluarkan erangan. Sesekali penisku ditempelkan ke dadanya lalu telapak tangannya "menggiling". Tanpa sadar aku mulai ikut mengerang. Pembaca, kondisiku yang sudah demikian tinggi, stimulasi pada kelaminku demikian intensif, telah seminggu tak ejakulasi, akhirnya aku tak mampu menahan diri, jebol juga. Aku mencapai puncak. Cepat-cepat Jeanny memeluk pinggulku, Aku meledak di dadanya, kuat sekali Jeanny mencekram pinggulku. Aku berdenyut-denyut di dadanya.

Jeanny 02

Sambungan dri bagian 01

Astaga, tadi dia membawaku tanpa kesepakatan, sekarang tujuannya pun aku belum boleh tahu. Jeanny begitu percaya diri bahwa orang akan menurutinya. Rada kurang "sopan" sebenarnya untuk seseorang yang baru dikenalnya. Tapi aku tak memperdulikannya. Apalagi duduknya juga "kurang sopan". Dengan menyandarkan tubuh sepenuhnya ke sandaran, hampir seluruh pahanya terbuka. Dan, entah disengaja atau tidak, kancing blousnya yang paling atas terbuka. Tentu saja belahan dan sebagian bukit kembarnya juga terbuka. Aku langsung mengkhayal yang "engga-engga". Mungkin Aku dibawanya ke suatu tempat yang memungkinkanku menyalurkan segala yang tertahan sejak beberapa hari lalu.

Jeanny 01

Sinopsis: Sammy tidak menyangka bahwa di dalam kereta api dia akan bertemu dengan seorang wanita exhibitionist, yaitu wanita yang gemar mempertontonkan keindahan tubuhnya di depan umum. Pertemuan itu kemudian menjadi titik awal dari kisah petualangan seru Sam dan Jeanny di gemerlap kota Singapura.

Jay, Sahabat Terbaikku

Aku mengenalnya sejak pertama kali kuliah. Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. Waktu itu Jay juga sedang mengejar Chie. Jadi kami memutuskan untuk fair-play. Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. Akhirnya kami bersepakat untuk mengabaikan Chie yang kemudian mengamuk dan memutuskan untuk mengikrarkan tali persahabatan antara kami bertiga.
Jay, kembaranku.
Jay, sahabat terbaikku.

Jarak Bukan Batasan Cinta

Cinta memang aneh, bisa datang kapan saja, di mana saja, dan terhadap siapa saja. Cerita berikut mengenai percintaan saya dengan teman satu SD saya. Anehnya, kita tidak kenal waktu itu dan kenalnya sewaktu saya belajar di London dan dia (temanku red) sudah menikah di negeri jiran Singapore. Tentunya berkat kemajuan teknologi internet dan telepon.

I've Been Waiting for You 02

Sambungan dari bagian 01

Di villa itu banyak sekali yang datang dan suatu ketika datanglah seorang laki-laki yang cukup tampan dan tegap menghampiriku sambil menggandeng seorang wanita. Dia memperkenalkan diri sebagai teman e-mail dan ICQku selama ini, dia bernama Anton. Aku sungguh tidak percaya bahwa wajah dia sama persis dengan almarhum kekasihku yang sangat kuakungi. Sama persis seperti pinang dibelah dua. Aku berkenalan diri dengannya dan akhirnya dia memperkenalkan perempuan di sisinya adalah adik kandungnya yang dia ceritakan sewaktu di ICQ dan e-mail.

I've Been Waiting for You 01

Namaku adalah Sarah Campbell. Aku sebenarnya bukan orang Indonesia asli jika anda melihat dari nama asliku. Ayahku berasal dari Australia dan ibuku juga sama halnya seperti aku. Dia juga campuran dari belanda dan Indonesia, tetapi bahasa Indonesia-nya fasih sekali tidak seperti ayahku yang hanya bisa mengerti bahasa Indonesia tetapi tidak bisa berbicara bahasa Indonesia. Aku memiliki hobby menonton film horror dan banyak sekali film favoritku yang mungkin bisa sekitar 1000 judul yang tidak bisa kuceritakan satu persatu di sini.

Itha

Sore pukul 15.00 WIB saya bersama Ferry menjemput Giant, rekan kerjaku di Bandara Soekarno-Hatta yang baru menyelesaikan tugasnya di Portugal. Tiga puluh menit menunggu, Pesawat KLM yang ditumpangi Giant landing di Soekarno-Hatta. Setelah berbasa-basi kami langsung menuju Twin Cam yang diparkir di Bandara. Giant menceritakan kemolekan, kecantikan, keindahan tubuh wanita-wanita Portugal, mancung, tinggi, dada yang montok serta liang vagina yang sangat legit rasanya.

Ita, The Wild Girl - 2

Dari Bagian 1

Aku berdiri dan duduk di sofa di sampingnya. Ini rumahku. Tentu aku tidak mau dipermalukan di rumahku sendiri. Tampaknya aku kehilangan momen menentukan tadi.

Ita, The Wild Girl - 1

Ita, waktu itu berusia 23 tahun. Aku mengenalnya sejak SMP. Tubuhnya 163 cm/49 kg. Ita ini hobinya makan dan tidur. Karena itu berat badannya sangat fluktuatif. Pertama kali kenal, Ita adalah seseorang yang cukup padat tubuhnya dengan berat 55 kg. Pernah pula aku bertemu dengan Ita yang gemuk sampai 65 kg.

Ita Teman Baikku

Sebenarnya aku rada risih buat menceritakan pengalamanku ini, bukan apa-apa soalnya aku bukan tergolong manusia yang jago cerita dan jago main seks. Tapi tidak apa, masa aku harus terima terus, sedangkan aku tidak pernah kasih.

Ita Sahabat Kantorku

Cerita ini dimulai ketika aku bersama 2 orang teman sekantorku mendapat training ke Singapura untuk mempelajari produk software baru. Kami bekerja di Bank Swasta terkenal di bagian Information Technology.

Istriku Sayang

Kehidupanku berumah tangga dalam hal materi bisa dikatakan di atas rata-rata. Aku memiliki rumah yang cukup besar dengan kolam renang serta taman yang indah di daerah elite Surabaya. Istriku bernama Anik, ia memiliki toko pakaian semacam butik di Tunjungan Plaza dan namaku sendiri Freddy, sebagai kepala cabang sebuah bank devisa swasta yang besar. Setiap hari kami berangkat dengan kesibukan masing-masing. Istriku mengendarai mobil Civic Sport dan aku mempergunakan mobil kantor. Untuk menambah kegiatan dan menjaga bentuk tubuhnya, istriku mengikuti kursus senam dan aku terkadang mengantarnya jika kebetulan hari libur. Aku sangat menyayanginya.

Istriku Mengkhayalkan Pria Lain

Pernikahanku dengan Dessy sebenarnya dilandasi cinta. Walau Dessy bukan gadis pertama yang singgah dihatiku, namun ketika pacaran dengannya aku sudah memutuskan, bahwa ia adalah gadis terakhir yang menjadi pacarku. Gadis manis, tomboy, dan mandiri ini mampu membuatku yang pendiam dan sedikit tertutup ini menjadi takluk.

Istriku Frigid Dan Dukun Cabul 02

Sambungan dari bagian 01

Tidak dapat dibayangkan selama ini, aku saja suaminya tidak pernah melakukan apa yang seperti Abah Acan lakukan. Jangankan memasukkan jari ke dalam kemaluannya, menggosoknya dari luar pun istriku tidak mau, alasan istriku tidak hygienis. Susah dibayangkan, bagaimana rasa nikmatnya Abah Acan ketika jarinya masuk ke dalam kemalauan istriku yang kecil dan tertutup rapat itu dirojok oleh kedua jari Abah Acan yang besar-besar itu.

Istriku Frigid Dan Dukun Cabul 01

Setelah perkawinan kami memasuki tahun kelima, aku dan istriku mengalami hubungan suami istri yang makin hari makin hampa, karena kesibukan mengurus 2 anak kami yang masing-masing berumur 2 dan 3 tahun. Istriku malas sekali jika diajak berhubungan suami istri, alasannya terlalu capai bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak. Aku yakin istriku bukan tipe istri yang suka selingkuh, selain taat beragama, norma-norma moral dan kesusilaan sangat dijaga benar oleh istriku, ini dikarenakan istriku berasal dari keluarga baik-baik dan harmonis.

Istri-istri selingkuh – 2

Dari Bagian 1


"Surti, kan? Aku Ridwan teman SMA 22. Ingat?", yaa.. Aku coba mengingatnya..

Sudah lama banget, mungkin sekitar 8 tahunan yang lalu. Banyak yang telah hilang dari memoriku. Namun untuk tidak mengecewakannya aku mengangguk sambil tersenyum. Sementara dia mengulurkan tangannya yang juga segera aku jabat sebagai kawan yang memang telah lama tidak berjumpa.

Istri-istri selingkuh – 1

Ada pemeo para istri yang kecewa pada suaminya karena suka berselingkuh, "Jangan tinggalkan suamimu, kasihan anak-anak. Tunjukkan saja bahwa kamu juga bisa (selingkuh)". Itulah yang aku atau tepatnya kami ingin lakukan sekarang.

Istri Temanku 02

Sambungan dari bagian 01

Nina bangkit berdiri dan menutupi tubuhnya dengan bajunya sambil berjalan ke luar.
"Mau ke mana Nin", tanya Joko ketika Nina lewat di hadapannya.
"Ke kamar mandi", jawab Nina singkat sambil terus keluar kamar. Menyadari Joko masih berada di pintu kamar itu, aku segera bangkit dan mengenakan pakaianku.
"Kok sebentar?", tanya Joko.
"Aku sudah lama tidak begituan Jok", jawabku sambil memakai celana panjangku.
"Aku belum sempat melihat banyak lho", kata Joko.
"Mau nggak main sekali lagi?", tanya Joko.
Aku terdiam sesaat dan kemudian menjawab, "Untuk kali ini kayaknya cukup Jok", kataku, "Kalau pulangnya kemalaman, nanti isteriku bisa curiga" lanjutku lagi.

Istri Temanku 01

Kejadiannya bermula dari perjumpaan saya dengan seorang teman SMP saya di sebuah toko elektronik, ketika saya sedang membeli VCD Player. Pertemuan di toko itu kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Joko, teman saya itu, bekerja sebagai *** (edited) di salah satu perusahaan minyak. Karena ia bekerja di bagian produksi, maka waktunya lebih banyak dihabiskan di anjungan minyak lepas pantai. Dua minggu di anjungan, dan satu minggu kemudian ia bekerja di darat. Begitulah pola jadwal kerjanya. Ia telah 5 tahun menikah tetapi belum juga dikaruniai anak. Nama isterinya adalah Nina, bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta. Pembicaraan di rumah makan tersebut sedemikian mengasyikkan. Kami banyak mengenang berbagai kejadian lucu semasa kami di SMP dahulu. Bagaimana kami berusaha mengintip paha guru-guru wanita, cerita tentang Bibi Kantin, dan sebagainya. Tidak kami sadari, rupanya rumah makan itu akan segera tutup. Kemudian Joko mengajak saya ke rumahnya.

Istri Kepala Dinas

Perkenalkanlah namaku Galaxy. Aku adalah seorang teknisi parabola, dan bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan antena parabola yang tentu saja membutuhkan teknisi untuk melayani pemasangan dan perbaikan parabola. Di perusahaan ini walau bukan paling senior tetapi aku tergolong paling terampil dan cekatan, hingga jika pimpinan dapat pekerjaan besar, aku yang jadi andalannya.

Friday, June 24, 2011

Iryanti, Gadis Warnet

Namaku Rio, seorang dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan, kisah yang akan kuceritakan ini terjadi saat aku masih bertunangan dengan istriku sekarang ini, dan terjadi berawal dari hal yang sama sekali tidak terduga sedikitpun olehku.

Iparku Yang Kesatu 02

Sambungan dari bagian 01

Tanganku mulai beraksi meremas buah dadanya dengan lembut, kali ini dia tidak menolak, bahkan tangan kirinya memegangi tanganku yang sedang meremas-remas. Kugigit-gigit pundaknya dan kujilat-jilat kupingnya. Dia mengelinjang kegelian, sehingga kemaluanku yang kejepit di pahanya yang licin semakin enak.

Iparku Yang Kesatu 01

Entah dapat durian runtuh darimana, tiga dari iparku, pernah bermain cinta denganku. Padahal aku bukan termasuk tipe pengejar cinta. Walaupun pengalaman sex-ku cukup lumayan banyak, Tapi aku bukan sex maniak. Ini adalah seri percintaan dengan ipar iparku yang kalau aku punya waktu akan aku tuliskan untuk anda, dan sekedear melepaskan uneg uneg hatiku, karena selama ini cerita ini hanya kupendam untuk diriku sendiri.

Internet Friend 07

Sambungan dari bagian 06

Kali ini Rini akan menceritakan tentang si Bule satu-satunya yang pernah bercinta dengan Rini. Namanya Andrew, orang Belanda berumur 34 tahun. Kebetulan dia datang untuk liburan. Rini bertemu dengannya sebagai teman, tidak ada maksud apapun karena Rini sudah tidak mau membodohi diri sendiri dengan harapan harapan kosong yang pernah ada. Jadi, boleh dibilang Rini bercinta dengannya berdasarkan suka sama suka (waktu itu Rini sedang goyah banget sih, tidak peduli pada diri sendiri lagi.., dan memandang rendah diri sendiri).

Internet Friend 06

Sambungan dari bagian 05

Aku pernah bercinta dengan orang India. Namanya Ricky. Aku kenal dia dari net tentunya. Orangnya ramah dan tampan. Tidak seperti orang India pada umumnya, kulitnya bahkan lebih putih dari kulitku sendiri. Tapi seperti orang India pada umumnya, dia tinggi besar.

Internet Friend 05

Sambungan dari bagian 04

Dalam petualanganku mencari bantuan dana untuk melunasi hutangku dengan teman internet bukan hanya dengan orang-orang dari manca negara. Orang lokal juga pernah. Aku ingat, namanya Rudy. Pertama kami hanya chatting biasa. Lalu dia mulai meneleponku di tengah malam. Kami bercinta via telepon. Suaraku yang katanya seksi sangat merangsangnya sehingga membuat dia ingin sekali bertemu denganku. Tapi aku menolak, karena dia sudah beristri. Saat itu istrinya baru habis melahirkan dan sedang isitrahat di rumah orang tuanya bersama bayi perempuannya. Tinggal dia sendiri di rumah.

Internet Friend 04

Sambungan dari bagian 03

Aku, Rini. pernah punya teman internet yang berusia setengah abad dan berakhir dengan bermain cinta. Malam itu aku di cyber café dan chatting. Dia yang duluan menyapaku. Ternyata dia orang Taiwan yang sedang business trip di Jakarta. Kami chatting sebentar. Pada saat itu aku sedang stres berat karena masalah hutangku. Seperti biasa layaknya cowok-cowok yang lain, lelaki setengah baya ini menawarkan bantuan. Dan seperti biasanya pula aku selalu percaya. Well, orang stres dan depresi selalu berharap walaupun sangat kecil kesempatannya. Kupikir, kalau dia mau berhubungan seks, yah kuberikan saja toh dia bukan orang yang pertama. Siapa tahu aku bisa dapat sedikit uang darinya. Ironis sekali pemikiranku saat itu.

Internet Friend 03

Sambungan dari bagian 02

Rini namaku (Bukan nama sebenarnya). Aku berasal dari Kalimantan Barat dari sekarang ini sudah pindah ke Jakarta bersama keluargaku. Aku kehilangan kegadisanku saat berusia 15 tahun (Well, dengan cowok pertamaku tentunya, alasannya klise, demi cinta). Aku ingat benar tiap cowok yang pernah berhubungan seks denganku. Setelah dua tahun meninggalkan cowokku yang pertama (dia cowok brengsek!), aku baru berhubungan seks lagi dengan cowok lain. Cowok kedua yang pernah menikmati tubuhku, adalah saudara sepupuku sendiri yang usianya 5 tahun lebih muda dariku. Dua tahun kemudian baru aku berhubungan kembali dengan cowok yang lain.

Internet Friend 02

Sambungan dari bagian 01

Di ceritaku yang terdahulu, aku bercerita tentang Francis, salah seorang teman internetku. Kali ini teman internetku yang lain, namanya Wong. Dia adalah teman internetku dari Malaysia, JB. Aku mengenalnya pada awal tahun 1998 dan bertemu dengannya setahun kemudian.

Internet Friend 01

Anggap saja namaku Rini. Tahun ini aku berusia 25 tahun. Pertualangan cintaku cukup banyak, setidaknya menurutku. Kebanyakan cowok-cowok yang pernah bercinta denganku kukenal dari internet. Salah satunya bernama Francis, dia berumur 30 tahun, orang Singapore yang datang ke Jakarta untuk bisnis. Aku mengenalnya cukup lama via internet sebelum bertemu dengannya. Saat itu aku sedang kesulitan keuangan (sekarang pun sebenarnya masih) dan dia menawarkan bantuan. Maka dari itu aku tidak keberatan ketika dia minta bertemu di kamar hotelnya setelah ia selesai meeting dengan partnernya. Saat itu umurku sekitar 23 tahun.

Inikah Cinta? Atau..?

Pagi itu aku bangun kesiangan, seisi rumah rupanya sudah pergi semua. Akupun segera mandi dan berangkat ke kampus. Meskipun hari itu kuliah sangat padat, pikiranku nggak bisa konsentrasi sedikitpun, yang aku pikirkan cuma Rani. Aku pulang kerumah sekitar jam 3 sore, dan rumah masih sepi. Kemudian ketika aku sedang nonton TV di ruang keluarga sehabis ganti baju, Rani keluar dari kamarnya, sudah berpakaian rapi. Dia mendekat dan mukanya menunduk.
"Dodi, kamu ada acara nggak? Temani aku nonton dong.."
"Eh.. apa? Iya, iya aku nggak ada acara, sebentar yah aku ganti baju dulu" jawabku, dan aku buru-buru ganti baju dengan jantung berdebaran. Setelah siap, akupun segera mengajaknya berangkat. Rani menyarankan agar kami pergi dengan mobilnya. Aku segera mengeluarkan mobil, dan ketika Rani duduk di sebelahku, aku baru sadar kalau dia memakai rok pendek, sehingga ketika duduk ujung roknya makin ke atas. Sepanjang perjalanan ke bioskop mataku nggak bisa lepas melirik kepahanya.

Inge, Rekan Kerjaku 02

Sambungan dari bagian 01

Lalu kuraba vaginanya ternyata CD-nya juga sudah basah apalagi lubang vaginanya, ujung jar-jariku kumasukkan ke lubangnya untuk bisa mengkait lendir yang menempel di bibir vaginanya, ternyata usahaku itu berhasil juga. Kulihat ada lendir kental mirip cendol menempel di ujung telunjukku, segera kujilati lendir itu dan kutelan bersama makanan yang disuapkan oleh Inge. Aku betul-betul merasa "hot" makan daging kambing dicampur lendir Inge, kurebahkan kepalaku ke kepalanya Inge sambil berbisik, "Inge sayang, saya menyayangimu." Inge menjawab, "Pak, sebentar lagi Inge menjadi kepunyaan Bapak seluruhnya, Inge akan memberikan segalanya yang terbaik untuk Bapak nanti. Percayalah!" sambil mencium pipiku.

Inge, Rekan Kerjaku 01

Kejadian ini saat aku belum menikah dan masih bekerja di perusahaan distribusi makanan. Aku saat itu menjadi Chief Account Officer dan salah seorang stafku yang baru bekerja 4 bulan namanya Inge, dia seorang sarjana ekonomi yang baru setahun lulusnya umurnya masih 23 tahun. Dulu saat pertama kali masuk kantor kulihat sering diantar dan dijemput pakai motor oleh pacarnya, tetapi sudah ada seminggu terakhir Inge selalu mengendarai motor sendiri. Memang Inge berwajah manis, hanya sayang kurang tinggi sedikit.

Indi

Namaku Erick, tentunya bukan nama asli dong. Aku tinggal di suatu kota yang kebetulan sering dijuluki sebagai kota kembang. Beberapa hari yang lalu kebetulan aku membuka situs pustceritadewasaku.blogspot.com, karena aku penasaran sekali atas cerita teman kantorku tentang situs ini, yang akhirnya akutertarik juga untuk menuliskan salah satu pengalamanku. Ini terjadi mungkin kira-kira 2 tahun yang lalu.

Indahnya Pelabuhan Singapura

Perkenalkan nama saya Agus dan saat ini saya bekerja sebagai IT specialist di salah satu perusahaan IT terkemuka di Singapore. Saya sangat betah bekerja di perusahaan ini karena lingkungannya yang sangat international. Sebagai informasi, kantor saya mempunyai kurang lebih 90 karyawan yang berasal dari 25 negara.

Indahnya Pantai Parangtritis

Sewaktu kuliah di Kota Y, tahun 1997 aku punya kenangan indah di kota ini. Aku kenal dengan seorang gadis yang bekerja di salah satu kios buku di mana aku sering membeli atau hanya sekedar melihat-lihat buku serta mencari bahan untuk kliping.

Indahnya dengan Kekasih Baru

Pada tahun 1994 aku tercatat sebagai siswa baru pada SMUN ** (edited), pada waktu itu sebagai siswa baru. Yah, acara sekolahan biasa saja, masuk pagi pulang sekitar jam 14:00, sampai pada akhirnya aku dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolahku yaitu di SMPN ** (edited). Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu, kulihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya, sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis sekali dan kulitnya walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info, tinggiku 165 cm dan umurku waktu itu 16 tahun).

ILA Kekasihku

Apa khabar semua pembaca dari Indonesia.Saya adalah salah seorang pembaca web pustceritadewasaku.blogspot.com dari Malaysia. Saya adalah seorang pelajar di Universiti di Malaysia dalam bidang engineering dan seperti insan lain saya juga tidak terlepas dari pengalaman hitam dan manis saya sendiri. Saya mempunyai seorang teman wanita yang sudah lama saya kenali yaitu sejak di bangku sekolah. Malangnya teman wanita saya tidak berjaya ke menara gading dan bekerja sebagai clerk di sebuah syarikat di Kuala Lumpur. Walaupun begitu, hubungan cinta kami masih tetap akrab dan kukuh. Teman wanita saya tidak begitu cantik, tetapi senyumannya cukup manis dan tubuhnya yang kecil molek saja. Dia juga tidak tinggi..lebih kurang 150cm saja beda dengan ketinggian saya yang 171cm ini. Seperti pasangan cinta lain kami juga selalu berpegangan tangan, berpelukan dan sering bermesra antara satu sama lain. Tapi kami tidak pernah berkelakuan sumbang di khalayak ramai.

Ide Busuk Rudi

"Santi, panggil karyawan baru kita." Ujar seorang direktur kepada sekretarisnya.

Di depan meja bos itu duduklah seorang wanita cantik yang tak lain adalah istri bos sendiri, Bu Santi.

"Pa, sudah saya bilang AC kita ini sudah lama tak berfungsi, kenapa tidak dibenarkan juga?" Ujar wanita itu dengan pelan.
"Sabar Ma, besok juga tukangnya datang, kalau Mama kepanasan buka saja kemeja Mama."

Ida, Teman Kakakku

Ini adalah kisah pengalamanku bersama seorang gadis cantik, yang sebut saja namanya Ida. Aku pertama kali mengenalnya ketika aku diajak pergi ke rumahnya oleh kakakku. Waktu itu kulihat dia mengenakan kaos oblong yang cukup ketat berwarna hijau dan sebuah celana pendek jeans.
"Hm.., cukup seksi juga ni anak." batinku.
"Ida, ini adikku, Doll." kata kakakku.
Aku langsung menjabat tangannya. Ternyata tangannya halus juga.

ICQ Dreamlover

Perkenalkan namaku Gunawan tetapi teman-teman memanggilku Gundul, mungkin juga disebabkan karena nama Gunawan biasa diperpanjang oleh orang-orang di sekitar tempat kuliahku di Universitas ************ sebagai "Gundul Tapi Menawan". Memang sih, aku tidak menawan karena wajah dan perawakan tubuhku juga biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa.

Ica Anak Pejabat - 2

Dari Bagian 1


Bless.., suara penisku mengoyak vagina Ica.
"Ughh, Mas.." kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Ica.
"Gila, enak sekali punya Mas.. aakkh" Ica menggerinjang sembari mulai berusaha memasukkan seluruh batang kemaluanku.

Ica Anak Pejabat - 1

Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Sebut saja namanya Ica (19 tahun). Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu BUMN di Jawa Timur dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota M. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Ica.

Ibu Vivin Tersayang

Cerita ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, "Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat", tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.

Ibu Guru yang Nakal 02

Sambungan dari bagian 01

Rina masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Reza telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat penisnya meyembul dan telah berada di hadapannya.
"Bagaimana Bu, lebih besar dari Anto khan?".
Reza ternyata lebih agresif dari Anto, dengan satu gerakan meraih kepala Rina dan memasukkan penisnya ke mulut Rina.

Ibu Guru yang Nakal 01

Rina adalah seorang guru sejarah di smu. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak. Kata orang dia mirip Demi Moore di film Striptease. Tinggi 170, 50 kg, dan 36B. Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki pengin banget melihat tubuh polosnya.

Hutang 08

Sambungan dari bagian 07

END

Bintang tamu
Suatu hari di Asrama Puteri

Gadis di pinggir tempat tidur yang sedang menggaruk-garuk kepalanya itu mengumpat dalam hati. Seharusnya ia sudah curiga saat melihat City-Z silver yang mangkrak di pelataran parkir kampusnya beberapa hari yang lalu. Sayang waktu itu ia terlalu sibuk dengan urusan praktikumnya. Coba kalau tidak, mungkin ia sudah mendatangi iblis itu dan mencegah segalanya terjadi. Tapi kenyataannya, seperti biasa, Dita selalu terlambat datang.

Hutang 07

Sambungan dari bagian 06

"Masuk aja, Shin. Nggak usah sungkan-sungkan." Jay membuka pintu depan lebar-lebar. Melangkah masuk.
Dengan santai, dilemparnya serangkai kunci yang digenggamnya ke atas meja ruang tamu. Shinta melongok ke dalam ruangan itu dengan hati-hati.
"Emm, nggak ada orang, Jay?" bisiknya pelan.
"Nggak. Aku cuman tinggal berdua ama adekku. Dia sekarang lagi mudik nemuin ortu." Jay menurunkan ransel hitamnya di atas lantai.

Hutang 06

Sambungan dari bagian 05

THE BEST PART (HARVEST SEASON)

Schyte yang terayun
Lima hari sebelum deadline

"Tidak, aku tidak bisa," pemuda itu mendorong tubuhnya bangkit.
Napasnya tersengal, keringat mengucur di sekujur permukaan kulitnya. Menutupi kedua wajahnya dengan talapak tangan, ekspresinya menggambarkan bahwa suatu perasaan galau berkecamuk.
"Ray?" gadis di atas sofa berbisik lirih. Kepasrahan yang menyelimutinya belasan menit lalu membuat air matanya menitik keluar.
Berusaha menutupi ketelanjangannya, Dewi mengangkat tubuhnya.

Hutang 05

Sambungan dari bagian 04

Sesuatu yang tidak pernah ia pungkiri, adalah ia suka saat-saat kepalanya berada dalam pangkuan seorang wanita. Pangkuan itu lebih dapat membangkitkan nyamannya dibanding kasur dan bantal yang empuk. Penyakit lama. Mother complex. Dibawa kemana-mana.

Hutang 04

Sambungan dari bagian 03

A Fish Called Shinta
Tiga belas hari sebelum Deadline

Aku melayang mengarungi masa. Hingga hilang semua asa. Semua pedih, semua sesal.

Jay berlari-lari menyeberangi lapangan sepak bola itu. Menuju motornya yang terparkir anggun di ujung lapangan. Rambut gondrongnya berkibar-kibar seirama dengan jaket kulit hitam yang dikenakannya. Seolah berkejaran dengan degup jantungnya yang bertalu-talu. Memaki dalam hati, pada keadaan yang membuatnya terjebak di tempat itu.

Hutang 03

Sambungan dari bagian 02

"Jahat! Kamu jahat, Jay..!" Shinta memukul-mukul punggung Jay dengan gemas, ketika mereka berdua sudah duduk berboncengan di atas motor besar pemuda itu.
Jay tersenyum-senyum kecil. Ia masih menikmati desiran angin di sela-sela rambut gondrongnya.
Tanpa menoleh, ia berteriak lantang, "Aku suka kamuu, Shintaa!"
Sontak, Shinta membelalakkan matanya, lalu melirik ke kiri-kanan. Mereka masih berada di lingkungan kampusnya, dan beberapa mahasiswa yang sedang berjalan di dekat mereka terlihat tersenyum-senyum geli. Tanpa disadarinya, Shinta ikut tersenyum.

Hutang 02

Sambungan dari bagian 01

HUNTING DAYS

Cerita Dewi
Enam belas hari sebelum Deadline..! Saatnya romantisme picisan!

Ini kali kelima pemuda gondrong itu menjemputnya di kampus. Dewi tidak pernah merasakan kebahagiaan serupa selama hidupnya. Bagaimana tidak? Saat ia menelusuri lorong kampus, dari jauh ia sudah melihat Ray menunggu. Seperti layaknya kebanggaan seorang gadis pada kekasihnya, Dewi pun demikian. Hatinya berbunga saat ia menyaksikan pandangan keirian yang dilontarkan gadis-gadis lain saat Ray menggandeng lengannya. Pemuda itu milikku, pikirnya dalam hati, pemuda yang tinggi, berwajah sangar, tapi anggun mempesona. Khas gentleman ala barat.

Hutang 01

PROLOG:
Surabaya 1999
Deadline Day

Warung Senang. Hanya menyediakan minuman panas, gorengan murahan, dan indomie tanpa telor. Pemiliknya adalah pasangan suami isteri dari Lamongan. Orang-orang memanggil mereka 'Ebes' dan 'Memes'. Pasangan yang selalu tersenyum menghadapi setiap pelanggan, tidak perduli mereka dapat membayar uang sekolah tujuh anak mereka atau tidak.

Hujan Manis

Sebenarnya saya sungkan sekali menceritakan pengalaman saya yang pertama. Saya berani sumpah, saya belum pernah cerita pengalaman saya ini ke siapa pun.

OK, ceritanya begini, saya ini anak sulung dari keluarga yang lumayan kaya di Surabaya. Saya masih SMU kelas 2, tapi saya sudah sangat mandiri. Bapak saya jarang sekali ada di rumah. Beliau selalu sibuk dengan urusan bisnisnya. Sementara adik dan Ibu saya ada di Jakarta. Jadi saya lebih sering sendirian di rumah. Ya nggak sendirian betul, ada dua pembantu perempuan, satu pembantu laki-laki, satu sopir, sama satu satpam. Saya punya teman dekat yang juga sekaligus saudara sepupu saya. Dia cantik sekali. Sebut saja namanya Rita. Rambutnya hitam lebat dan panjangnya kira-kira sebahu. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, 160 cm. Berat badannya 50 kg. Bodynya ideal sekali. Dadanya cukup besar untuk ukuran anak SMU kelas 2. Terus kulitnya putih mulus dan menggairahkan. Sebenarnya saya juga naksir berat sama sepupu saya ini. Cuman saya malu kalau pacaran sama Rita, saya kan saudaranya, saya juga sudah punya pacar.

Hubungan Kerja

Sudah cukup lama Ratih menunggu Tom. Setengah jam lebih. Sebelum akhirnya Tom tiba dan datang menemui Ratih yang sedang duduk di sofa, di lounge sebuah hotel bintang lima di kota Jakarta. Mereka akan mendiskusikan masalah budget tahunan dari bagian Treasury yang harus dikerjakan Ratih. Seperti diketahui, Tom atau nama panjangnya Tommy Hudson yang berkebangsaan Inggris adalah Treasury Head dan Ratih adalah Unit Manager pada bagian Treasury sebuah Cabang Bank Asing di Jakarta. Agar lebih santai mereka bersepakat untuk bertemu setelah jam kantor di hotel tersebut untuk mendiskusikan masalah budget tersebut.

Hostes Sebelah Rumah Kost

Sebenarnya cerita ini kisah lama Saya saat masih duduk dibangku kuliah pada salah satu perguruan tinggi swasta terkenal dikota J. Dengan bidang studi khusus yang lagi trend saat ini.

Sebagai seorang mahasiswa pasti sudah biasa dengan yang namanya kost, apalagi kalau kostnya kumpul dengan teman-teman senasib yang biaya hidupnya pas-pasan. Saya kost bersama teman satu kampus berjumlah tiga orang, karena rumah yang Saya kontrak terdapat 3 kamar tidur, ruang tamu dan keluarga, dapur, kamar mandi serta sedikit teras didepan. Saya mendapat kamar dibagian depan dan teman-teman dibagian tengah dan belakang.

Hitam dan Putih

Namaku Lia. Aku adalah ibu rumah tangga yang telah berumur 35 tahun. Hidupku boleh dikatakan beruntung, aku mempunyai rumah yang megah di Pulomas dan harta benda yang melimpah, sehingga bagiku krisis moneter tak terlalu berpengaruh bagi perekonomian keluargaku. Suamiku, Liem, 50 tahun, mempunyai jaringan bisnis baik di Indonesia maupun di luar negri. Ia adalah pengusaha yang sukses. Walaupun dijejali dengan materi yang melimpah ruah, tetapi kehidupanku rumah tanggaku terasa hambar. Dulu, aku dikawinkan dengan Liem setelah aku menamatkan kuliahku, umurku kira-kira 22 tahun. Aku adalah anak tunggal. Aku tidak terlalu mengenalnya, keluargaku yang menjodohkanku dengannya karena pada waktu itu Liem adalah rekan bisnis ayahku, dan ayahku sangat mempercayainya.

Hilangnya 'Tiga' Keperawananku

Nama panggilanku Mayang. 21 tahun, bekerja di perusahaan swasta di Jakarta, Aku tergolong wanita dengan wajah biasa-biasa saja dengan tinggi badan 169 cm dan berat 50 kg, rambut seleher, kulit putih, banyak yang bilang aku memiliki bentuk tubuh yang bagus, sangat proposional. Sejak remaja, kehidupan sosialku tergolong cukup 'konservatif'. Berbeda dengan kawan lainnya yang bebas berteman atau berpacaran, sementara aku hanya boleh dikunjungi kawan atau pulang bermain sampai jam 8 malam, terlambat sedikit saja aku akan seperti pesakitan yang diinterogasi polisi oleh orangtua. Setelah bekerja barulah aku mendapat kebebasan.

Hilangnya Mahkotaku

Orang boleh menilai apa saja tentang diriku, terutama para pembaca pusatceritadewasaku, bagiku itu tidak masalah, karena memang kenyataan itulah yang pernah kualami selama ini. Kurasa banyak juga wanita di muka bumi ini, yang sebenarnya juga punya banyak petualangan sex, namun belum ada yang berani mengungkapkannya.

Hilangnya Keperawanan Adik Kelasku

Nama saya James (samaran). Saya seorang mahasiswa di suatu universitas swasta yang cukup terkenal di Bandung. Suatu hari menjelang ujian akhir semester, saya diajak oleh adik kelasku untuk belajar bersama. Aku menerima saja, karena dari dulu semenjak ia masuk ke jurusanku, aku memang sudah ingin jadi pacarnya.

Hilang Perjakaku 02

Sambungan dari bagian 01

Bus kami sampai ke Kota Pati dini hari. Pukul 03.00 bus kami sudah masuk terminal. Sementara untuk pulang harus berganti bus lagi dan belum ada bus yang ke kotaku yang berangkat. Apalagi Mbak Yeni yang dari kotaku masih harus naik angkutan pedesaan lagi, jadi cukup beralasan kalau kami akhirnya memutuskan untuk menginap. Kami pun akhirnya mencari penginapan yang banyak bertebaran di sekitar terminal.

Hilang Perjakaku 01

Kurang lebih tiga belas tahun yang lalu saat aku jadi pengangguran setelah gagal mengikuti UMPTN, aku merantau ke Jakarta untuk mencari kerja sambil menunggu kesempatan untuk ikut UMPTN berikutnya. Selama di Jakarta aku menumpang ditempat kontrakan kakakku yang juga masih bujangan, yang saat itu sudah bekerja. Sekian lama di Jakarta rupanya keberuntungan belum berpihak kepadaku, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang kampung. Soalnya kupikir mending jadi pengangguran di kampung sendiri daripada lontang-lantung di kota orang.

Heru, Sahabat Suamiku - 2

Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!" Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!" mendengar celotehanku, Heru yang pendiam berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.

Heru, Sahabat Suamiku - 1

Heru 32 th adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.

Herlinku yang Kusayang

Pertama-tama aku ingin mengenalkan diriku pada semua netters, namaku Vito(samaran), WNI keturunan Cina-Jawa-Manado, usia 29 tahun, tinggal di Kota S di Jawa Tengah. Aku sudah menikah dan mempunyai seorang anak berusia 1 tahun. Aku bekerja di pengelolaan gedung mall yang cukup besar di kota ini. Di tempat ini, aku tidak hanya dikenal sebagai salah satu staf perusahaan, tapi juga orang mengenal aku sebagai "dokter", walaupun aku tidak pernah merasakan bangku kuliah di kedokteran, tapi karena kemampuanku untuk mengobati berbagai penyakit baik penyakit medis maupun nonmedis, mereka sering datang ke kantorku untuk berkonsultasi.

Hengky - 2

Dari Bagian 1


Ciuman Hengky kini berubah menjadi jilatan yang menyusuri leherku, turun terus ke arah dadaku, dan kembali ke samping tubuhku. Hengky lalu bangkit dan membalik badanku lagi, sehingga aku kini telungkup. Hengky melepaskan kait BH-ku dan kini menjilati punggungku sepanjang tulang belakang, membuatku menggigit bibirku guna menahan suara desah kenikmatan yang kurasakan. Aku makin menenggelamkan wajahku ke bantal, tatkala lidah Hengky tiba di daerah pinggulku.

Hengky - 1

Perkenalkan namaku Yenny, sebentar lagi aku akan berumur 25 tahun. Meskipun kini aku sudah hampir setahun menikah, tetapi pengalamanku ngesex dengan mantanku (sebut saja Hengky) tak dapat kulupakan, dan itulah yang akan kuceritakan berikut ini.

Hari-hari Penuh Keindahan 03

Sambungan dari bagian 02

Sekarang dia berdiri di atasku. Kulihat kemaluannya naik turun pertanda nafsu yang memburu tidak karuan. Nafasku pun tersengal-sengal karena ingin mendapatkan kenikmatan yang lebih dari sekedar mengulum batang kemaluan. Aku tertawa terkikik. Prast tersenyum, paham maksudku. Dia turun dari ranjang dan kembali memukulkan batang kemaluannya ke kemaluanku. Batang kemaluannya yang basah oleh ludahku dengan mudah menerobos liang kewanitaanku. Dihujamkannya dengan keras sehingga tubuhku terangkat naik ke atas ranjangku. Kembali kakiku terasa sakit karena tertarik oleh hentakannya itu. Jempolnya tidak diam, namun turut menekan dan memainkan klitorisku.

Hari-hari Penuh Keindahan 02

Sambungan dari bagian 01

Pernah pada suatu hari, ketika itu kami sedang KKN di desa yang memang terpencil, kebetulan kami ditempatkan di desa yang sama, kami minta ijin untuk pulang ke kota, perguruan tinggi kami untuk mengurus proposal dana KKN. Kost-ku sepi karena KKN di universitasku memang dilaksanakan setiap musim liburan, akhirnya Prast memutuskan untuk menginap di tempatku. Kami bercinta seharian, baik di kamarku, ruang tamu, dapur ataupun kamar mandi. Selama tiga hari kami nikmati kebebasan itu dengan bercinta. Berbagai gaya kami coba karena gairah yang kami pendam hampir sebulan lebih di desa KKN tidak mampu melakukan percintaan.

Hari-hari Penuh Keindahan 01

Namaku Kundalini, cewek 25 tahun, 41 kg, 34B, 27". Aku tinggal di kota kecil di Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan studiku di perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah. Aku tidak mau terlalu spesifik. Kalaupun ada yang mau menghubungiku, e-mail saja kepadaku.

Hari Minggu Itu

Cerita ini merupakan pengalaman dan petualangan tersendiri bagi saya tentang seks. Saya adalah seorang laki-laki berusia 20 tahun. Nama saya Iwan (samaran). Cerita ini terjadi sekitar akhir tahun lalu. Dan saya nggak menyangka akan mengalaminya. Singkat cerita saya mempunyai pacar yang umurnya di bawah saya. Namanya Tia, dia masih duduk di bangku SMA kelas 2. Hubungan kami selama ini lancar-lancar saja. Keberadaan saya sangat didukung oleh orang tua pacar saya. Sebenarnya saya hubungan sama dia hanya sekedar pelarian saja. Karena sebelumnya saya baru putus sama pacar saya. Ketika itu hari minggu seperti biasa saya datang ke rumahnya. Sebenarnya pas malam minggu saya juga datang. Tapi karena dia selalu sendirian di rumah kalau pas hari minggu, jadi dia selalu minta saya menemaninya.

Hanya dengan Pria Lain Aku Bergairah

Jangan pernah berpikir Tut, aku akan menceraikanmu. Kalau memang maumu hendak menyiksa perasaanku, mending kugantung saja perkawinan ini. Dengan begitu, kita seri. Kamu bisa bahagia dengan mencari di luar, begitu pun denganku. Tapi soal status, jangan lupa, kamu masih tetap istriku.. selamanya!

Hanya Cinta Sesaat 02

Sambungan dari bagian 01

Akupun berhenti menjilatnya, lagian leherku juga sakit dengan posisiku yang tengkurap sambil menjilat vaginanya. Sambil berdiri, kulihat penisku masih berdiri dengan gagahnya. Kupikir, kalau aku memasukkan batangku ke vagina Eryani, pasti dia akan terbangun dan mungkin akan mengusirku, itu sama saja dengan memperkosa, jadi terpaksa aku keluarin di kamar mandi. Aku keluar sampai tiga kali di kamar mandi, kalau aku bayangkan enaknya vagina Eryani dan kalau saja aku bisa memasukkan penisku di dalam lubangnya yang hangat.

Hanya Cinta Sesaat 01

Namaku Iwan, 23 tahun. Ceritanya aku mulai ketika aku baru saja diterima kerja di sebuah Travel Agent di Ruko kawasan Mangga Dua Jakarta. Terus terang, aku baru saja lulus dari kuliahku di AKPAR di Jogja. Aku baru lulus bulan Juli 98. Terus, aku sudah berusaha melamar kerja di Travel Agent di Jogja, tapi tidak satupun yang mau menerimaku. Akhirnya aku berkelana ke Jakarta, aku kost di kawasan Kemayoran bersama temanku yang sudah lebih dulu ke Jakarta dan juga lebih dulu bekerja di Jakarta. Sampai akhirnya, bulan Desember aku berhasil bekerja di Travel Agent, tempatku sekarang bekerja.

Wednesday, June 22, 2011

Haniku Sayang

Aku 36 th, married dan telah memperoleh 3 orang anak, bekerja di bidang medis, dan tinggal di Selatan Jakarta. Wajahku biasa aja, hitam manis kata istriku, tinggi badan 165 cm, rambut lurus-halus cenderung tipis. Kehidupan sex-ku normal, bahkan dapat dikatakan aku mempunyai nafsu sex yang tinggi.

Hadiah Ulang Tahun

Pada suatu hari, Juma't sore tepatnya, ketika aku sedang mengemudi menuju rumah sepulang dari kantor, aku seperti kehilangan sesuatu. Gimana nggak? Hari ini sebenarnya ulang tahunku dan aku ingin week-end di Puncak sama pacarku, Sarah, tapi apa boleh buat, si do'i lagi pergi ke Singapura mengantarkan Omanya berobat. Kalau dia lagi di sini, aku yakin dia pasti kasih aku hadiah yang tak terlupakan.. vaginanya!

Habis Bercukur

Sekarang ini usiaku 32 tahun dan sudah berkeluarga. Kisah ini terjadi sewaktu aku baru lulus dari sebuah SMU di kota kembang, namaku Tedy (nama samaran), tinggiku 173 cm dengan berat 55 kilogram dan dengan biasaanku suka bergaul dengan orang yang lebih lebih tua usia dari aku, sehingga dengan kebiasaanku ini seleraku juga dalam urusan wanita menginginkan yang lebih tua usianya.

Guru Wali Kelas Anakku

Sebagai seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang anak laki-laki yang telah memasuki ke ajang pendidikan tentunya sangat membahagiakan. Ini terjadi denganku dikala anakku yang bernama Jerry telah memasuki SD kelas 1. Setelah istriku meninggal dunia karena terkena penyakit kanker payudara, akulah satu-satunya yang mesti mengurusi anakku, Jerry. Secara jujur, kehidupanku sangat menyedihkan dibandingkan sebelum istriku meninggal. Sekarang semuanya kulakukan sendiri seperti mengajari anakku mengerjakan PR-nya, memasak yang tentunya bercampur dengan kesibukanku di kantor sebagai salah satu orang terpenting di perusahaan Jepang yang berdomisili di Jakarta.

Guru Praktek

Waktu itu aku masih kelas dua, di salah satu SMA Negeri di Bandung. Aku termasuk salah satu siswa dengan segudang kegiatan. Dari mulai aktif di OSIS, musik, olah raga, sampai aktif dalam hal berganti-ganti pacar. Tapi satu hal yang belum pernah kulakukan saat itu hubungan kelamin Sering kali aku berkhayal sedang berhubungan badan dengan salah satu wanita yang pernah menjadi pacarku. Tapi aku tidak punya keberanian untuk meminta, mengajak ataupun melakukan itu. Mungkin karena cerita sahabatku yang terpaksa menikah karena telah menghamili pacarnya dan sekarang hidupnya hancur lebur. Itu mungkin yang bikin kutakut, setengah mati. Tapi aku menyukai rasa takut itu, bukankah rasa takut itu yang bisa menjauhkan aku dari perbuatan dosa.

Guru BK-ku

Cerita ini berawal ketika aku memasuki bulan kedua kelas II di sebuah SLTP N di daerah Jateng. Sebut saja aku Bujang, aku adik dua bersaudara lahir dari keturunan Sumatera ? Jawa. Dari keisengan ku sering memakai sepatu warna putih (di SLTP ku sepatu harus warna hitam), aku sempat mau berkelahi dengan Guru BK ku gara-gara sepatu putihku hadiah ulang tahunku harus dicat warna hitam.

Sunday, June 19, 2011

Angin Sejuk Kintamani

Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di Denpasar sangat hiruk-pikuk oleh ramainya pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta. Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu dengan rambut panjang ikut berjubel diantara kerumunan murid-murid lainnya. Dia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus berada di kerumunan terdepan.

Dian indri, seorang istri berjilbab dari lereng lawu

Indri adalah seorang ibu rumah tangga berwajah cantik yang berkulit putih bersih baru berusia 25 tahun. Wanita cantik ini terlihat alim dengan jilbab lebar serta jubah panjang dan kaus kaki sebagai ciri Muslimah yang taat, apabila dia keluar rumah atau bertemu laki-laki yang bukan mahromnya. Dalam kehidupan seharinya wanita berjilbab ini bekerja sebagai karyawan counter HP yang cukup ternama di Karanganyar. Karena kesibukannya mengurus rumah tangganya, maka indri memohon agar ditempatkan di tawangmangu yang notabene dekat dengan rumahnya. Dalam counter TZN ditawangmangu tersebut hanya dikelola oleh indri dan 2 orang laki-laki rekan kerjanya.

Greta, Cintaku yang Kembali

Sebenarnya pengalaman ini tak akan kuceritakan kepada siapapun juga tapi aku tersiksa terus-terusan untuk menutupinya. Pengalaman seksku yang pertama kualami sudah agak lama tapi terasa seperti baru kemarin.

Gita Tidak Takut

Di hari pertamaku masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, tidak ada yang aku kenal satupun, sehingga aku seperti orang nyasar, bingung celingak-celinguk kesana kemari.
Sewaktu sedang bingung-bingungnya tiba-tiba ada cewek yang menegurku, "Eh, tau kelas MI1-3 nggak?".
Eeiittss.., ternyata aku juga cari kelas itu.., lalu aku jawab, "mm.., saya juga tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk".
"Saya Gita" dia sebut namanya duluan.
"Aku Iwan", aku sebut namaku juga, di situlah aku mulai punya teman bernama Gita. Cewek manis ini mempunyai kulit kuning langsat, nyaris tanpa cacat, tinggi badan kira-kira 166 cm, dengan berat 49 Kg. Tapi yang bikin aku tidak bosan melihatnya adalah dadanya yang menantang, cukup besar untuk ukurannya, tapi tidak terlalu besar sekali. Begitu pula dengan pantatnya, aku paling suka jika dia memakai jeans ketat, dengan kaos oblong warna putih. Kadang jika ia bercanda, ngomongnya nyerempet-nyerempet porno terus, walaupun sekali-sekali saja.

Gita Cinta dari SMA - 4

Dia menyuruhku berbaring di sebelahnya, kemudian digulingkannya tubuhku hingga aku tengkurap, lalu Andri naik di atasku, dipeluknya aku dari atas lalu dia bergeser di antara kakiku yang dipentangkan. Ditariknya pantatku sedikit ke atas hingga aku agak nungging, kembali dia melesakkan penisnya ke vaginaku dan dengan cepatnya mulai mengocok.

Gita Cinta dari SMA - 3

Sepeninggal suamiku, Andri langsung menarikku di pangkuannya, kami berciuman mesra, tangannya langsung meraba ke dadaku diremasnya dengan penuh gairah.
Aku mulai mendesis pelan ketika ciumannya sampai di leherku.
"jangan mendesah disini sayang, ntar suamimu dengar" bisiknya, dia sudah berani bilang sayang seperti dulu kala.
"bagaimana dengan suster diluar" tanyaku
"kenapa? dia tak berani masuk kalau tidak aku panggil"
Tangan Andri dengan terampil membuka resliting di belakang hingga rok-ku langsung merosot ke pinggang, aku sengaja pakai pakaian rok terusan yang simple supaya mudah "dilucuti", aku membalasnya dengan membuka bajunya dan melemparnya ke meja.
Aku kemudian berdiri, dengan sendirinya rok-ku merosot ke lantai, kini aku hanya mengenakan bra hitam berenda setelan dengan celana dalamku, aku memang berusaha tampil sexy dan menggoda di depan Andri, dan ternyata berhasil, dia memandang dengan seksama ke arahku, menikmati setiap lekuk kemolekan dan keindahan tubuhku.
"kamu sungguh cantik dan sexy" komentarnya, sambil berdiri melepas celananya.

Gita Cinta dari SMA - 2

"terlalu lama aku merindukan seperti ini, selama hampir tiga tahun pertama sejak perkawinanmu aku membayangkan saat seperti ini" katanya tanpa menghentikan gerakannya
"Ndri, please jangan ungkit itu lagi" kataku pelan disela sela kenikmatan

Gita Cinta dari SMA - 1

Part I

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu.

Sudah lebih dari 5 tahun usia perkawinanku dengan Hendra, tapi belum juga menghasilkan momongan, setelah mencari informasi ke teman teman akhirnya aku mendapat rekomendasi dokter kandungan bagus yang berpraktek di kawasan elit Jakarta.

Gelora Cinta Tara di 'Rumah Besar' - 4

Dari bagian 3

Jam menunjukkan jam 8:20 am, telah 1 jam 20 menit mereka bermain cinta di kamar linen lantai 9 tersebut; segera, diraihnya lipatan handuk dari tumpukannya di troli kayu tersebut dan di bersihkannya badanya dengan handuk itu, kemudian berpakain sebaik-baiknya dan mereka berpelukan kembali mengucapkan selamat bekerja, lalu mereka membuang handuk kotornya ke tube, supaya jatuh ke ruang linen di basement, kemudian mereka berpisah.

Gelora Cinta Tara di 'Rumah Besar' - 3

Dari bagian 2

Sadar akan keadaan Harry yang semakin mendaki puncak kenikmatanya, dan dia sendiripun telah terangsang, denyutan memeknya telah mempengaruhi deburan darah ditubuhnya, dia lepaskan kuluman kontol Harry dan segera dia memposisikan dirinya diatas Harry menghadap dikakinya, dan dimasukkannya kontol tegang Harry dalam relung nikmatnya, segera diputar memompanya naik turun sambil tekan pijatnya dengan otot vagina sekuat tenaganya, ritme gerakannyapun ditambah sampai ke kecepatan maksimal.

Gelora Cinta Tara di 'Rumah Besar' - 2

Dari bagian 1

Tepat jam 19:50 malam Tara berajak dan menutup pintu menuju ke atas lantai 14 no 31, dimana Harry sudah menunggu nya.
Setelah dia memencet tombol bel Harrypun membuka pintu, seraya mepersilahkan Tara masuk ke dalam Paviliunnya.
Kaget bukan kepalang ketika berhadapan dengan Harry, karena Harry hanya mengenakan jas kamar dan menalikan sabuknya tidak kencang, jadi sebagian paha atasnya yang berbulu kelihatan. Segera Harrypun menyadari keadaan dan merangkul, membimbing Tara kedalam sambil membetulkan jas kamarnya.
Segera, berkatalah Harry, "Tara kamu lelah, releks aja ya bersamaku disini, jangan kau hiraukan penampilanku, saat ini, telah kusiapkan dinner untuk kita berdua, maukah kau menemaniku malam ini?"
Tara menjawab, "Saya yakin ini bukan sebuah order dari atasanku, namun aku datang untuk memenuhi komitmenku kepadamu, ya kita akan bersama beberapa saat malam ini."

Gelora Cinta Tara di 'Rumah Besar' - 1

Tara adalah seorang Ibu rumah tangga, yang cukup santun, cantik dan pandai, dia seorang karyawati menengah yang sukses adapun suaminya Nico sangat religius dan agak kaku; malah dapat digolongkan sangat tradisionil jalan berpikirnya.

Kehidupan Tara menjadi berubah dengan segala prubahan zaman serta kariernya, dimana dia bekerja disebuah hotel yang bintang lima di suatu property di kota besar dibagian dunia ini.

Gelora Cinta di Negeri Paman Sam 02

Sambungan dari bagian 01

Saya berdansa dengan sembilan cewek, dan asyik juga sih walaupun tidak punya pasangan. Ketika lagu terakhir, saya berdansa dengan Emily.
Dia tersenyum manis dan bertanya pada saya, "Kamu suka acara ini..?"
Saya bilang, "Ya, saya menyukainya."
Dia tersenyum terus menyandarkan kepalanya ke bahu saya. Asyik, adik saya di bawah sampai bangun.
Dia tersenyum, "You are horny don't you..?" katanya lembut, saya hanya tertawa saja.
Kami sudah seperti kakak beradik, jadi seks bukan hal yang aneh bagi kami.

Gelora Cinta di Negeri Paman Sam 01

Hallo, perkenalkan nama saya David Gunawan (nama samaran). Saya ingin menceritakan pengalaman saya, dan untuk beberapa percakapan yang ada sudah saya terjemahkan ke bahasa Indonesia. Saya sekarang kuliah di Florida State University di kota Tallahassee, di negara bagian Florida. Saya sekarang di semester kedua dan kehidupan saya di sini termasuk biasa-biasa saja dan dapat dibilang membosankan. Hanya banyak cewek-cewek cantik saja, terutama di musim panas ini yang kebanyakan memakai baju-baju seksi.

Gelinjang Teman Sekantor

Sebut saja namaku By. Aku bekerja di sebuah perusahaan di kawasan segitiga emas di Jakarta. Sebagai seorang supervisor, aku sering melakukan perjalanan ke luar kota untuk mengunjungi klien maupun mengontrol penjualan. Nah, suatu hari aku kebetulan mendapat ijin untuk masuk siang karena pada malam sebelumnya aku bertugas di luar kota.

Gara-gara Salah SMS

Hai pembaca. Perkenalkan, namaku adalah Alex (bukan nama asli tentunya). Aku lulusan sebuah perguruan tinggi ternama di Bandung. Bagiku, seks adalah hal yang tabu, yang benar-benar tak terjamah. Terpikirkan pun tidak, sampai kisah ini aku alami. Apalagi saat kuliah dulu aku adalah salah seorang akTVis kerohanian.

Gara-gara Motor

Sebut saja saya Andi.., sekarang saya sudah 25 tahun dan bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Saya sudah mempunyai seorang kekasih yang cantik dan baik. Sebut saja Rini, Dia adalah salah satu teman sekelasku waktu aku SMU, setelah lulus SMU, tiga tahun kami tidak bertemu hingga akhirnya aku mendapatkan momor HP-nya dari salah satu temannya yang kebetulan aku bertemu dengannya di Mall.

Gara-gara Mencukur Bulu Kemaluan

Untuk membentuk agar bulu kemaluanku tumbuh dengan rapih, suatu hari timbul niat isengku untuk mencukur total. Kusiapkan alat-alat dahulu sebelum kumulai aksinya. Mulai dari gunting, kaca cermin, lampu duduk, dan koran bekas untuk alas agar bekas cukuran tidak berantakan kemana-mana. Kupasang cermin seukuran buku tulis tepat di depan kemaluanku untuk melihat bagian bawah yang tidak terlihat secara langsung. Tidak lupa pula kunyalakan lampu duduk di antara selangkanganku. Kumulai pelan-pelan, kugerakkan pisau cukur dari atas ke bawah.

Gara-gara Kunci Rumah Tertinggal

Namaku Hendriansyah, biasa dipanggil Hendri. Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur.

Gara-gara Gadis Pemijat 02

Sambungan dari bagian 01

Paginya pukul 07:00 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering.
"Andraa.. apa-apaan kau ini ha!" hardiknya, aku terkejut dan langsung mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.
"Eh .. Kakak.. emm.." kataku gugup.
"Kamu ngapain ha..? sudah besar nggak tau malu huh..!"
Au cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.
"Iiihh.. nggak tau malu, barang gituan dipamerin," ia bergidik.
"Biar aja.. yang penting nikmat," jawabku enteng, kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.
"Sialan.. kamu memakai baby oil-ku yah? Dasarr!"
Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. "Brak!" terdengar suara pintu dibanting olehnya, "Dasar perempuan! nggak boleh liat cowok seneng," gerutuku.
Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat TV.
"Eh.. Kak minta sampoonya dan sabunnya dong!" pintaku.
"Ogah ah.. entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau," jawabnya ketus.
"Huhh.. wee!" aku mencibir.

Gara-gara Gadis Pemijat 01

Namaku Andra, sebut saja Andra **** (edited). Aku kuliah di sebuah PTS di Bandung sebuah kota metropolis yang gemerlap, yang identik dengan kehidupan malamnya. Di tengah kuliahku yang padat dan sibuk, aku mempunyai suatu pengalaman yang tak akan kulupakan pada waktu aku masih semester satu dan masih berdampak sampai sekarang. Latar belakangku adalah dari keluarga baik-baik, kami tinggal di sebuah perumahan di kawasan ****** (edited) di Bandung. Sebagai mahasiswa baru aku termasuk aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, kebetulan aku menyukai kegiatan outdoor ataupun alam bebas. Aku memang mewarisi bakat ayahku yang merupakan seorang pemburu yang handal, hal inilah yang membuat darah petualangku menggelora.

Gara2 ngintip..aku perawani adik angkatku..

Hening sejenak.
    "Mas, kalau Mas maunya diapainn," katanya sambil memegang penisku.
    "Terserah Titin aja," kataku.
    "Titin kocokin seperti semalem yaach."
    Lalu dia jongkok, mengocok-ngocok penisku yang tegang. Aku mendesah keenakan. "Aaahh.. Ooohh... sshhh.." Penisku makin tegang saja rasanya.

Gara2 ngintip..aku perawani adik angkatku.. Bag 2

    Tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dengan wajah yang merah padam dan berkata, "Maass.. Titin sayaangg banget sama Mas. Mas sayang nggak sama Titin?" tanyanya.
    "Lho.. tadi kan Mas udah bilang kalau Mas juga sayang sama Titin," sahutku.
    "Masss.. tadi waktu Mas pegang susuku, rasanya enaak sekali.. habis sewaktu cerita-cerita tadi susu sama tempek Titin jadi gatel lagi," sahutnya.
    "Singkong Mas sekarang keras nggak?" sambungnya.

Gara2 ngintip..aku perawani adik angkatku..

    Aku akan menceritakan secara singkat saja. Aku adalah anak bungsu, dilahirkan pada bulan Desember tahun 1965 di kota kecil di ujung barat Jawa Barat. Kedua orang tuaku berasal dari Jogya, Jawa Tengah. Bapakku adalah seorang tukang kayu dan saat aku dilahirkan, bekerja pada saat PT Krakatau Steel didirikan. Setelah proyek selesai, bapakku bekerja di Departemen Penerangan, kota Serang. Tetapi malang G30S PKI terjadi dan bapakku yang tak tahu apa-apa ikut dibuang ke Nusa Kambangan, lalu ke P. Buru. Tinggallah ibuku yang sedang hamil tua mengandung aku dan kakakku satu-satunya. Akhirnya kakakku dititipkan kepada salah seorang tentara CPM sementara ibuku bekerja di penggilingan padi. Sebut saja nama perwira CPM itu Pak Broto.

Ganasnya Supirku

Kisah ini terjadi sejak setahun yang lalu dan herannya aku tidak dapat melepaskan dirinya dari sisiku. Panggil saja aku Emma. Sejak usiaku 20 tahun aku menjadi bintang iklan dan foto model, dan saat ini usiaku 27 tahun jadi sudah 7 tahun aku malang melintang di dunia modelling. Sejak aku sibuk menjadi model, ayah memberiku sebuah mobil sedan dan aku sendiri yang menyupirnya.

Ganasnya Gairah Cinta Michiko

Dalam cerita terdahulu, aku telah menceritakan bagaimana permainan seks aku dengan Kristi, bule cantik dari Swedia yang ikut program Mega FAM di Malaysia pada akhir Januari 2004 lalu. Dimana setelah permainan kami yang cukup panas itu, tak ada lagi kesempatan kami berdua untuk melampiaskan hawa syahwat kami yang masih tetap menggebu-gebu, disebabkan jadwal kami yang padat hingga tengah malam, sementara grup aku dan Kristi berbeda pula. Sehingga jadilah permainan kami di hari pertama datang di Johor Bahru itu sebagai kenangan saja.

Gairah yang Menggebu 02

Sambungan dari bagian 01

"Ini saya..," gumam Wawan lirih.
"Siapa, kamukah Yodi..? Mengapa kamu kembali lagi padaku..?" sahut Bu Mira agak keras.
"Bukan, ini saya Bu.., Wawan..," Wawan berterus terang.
"Wawan..!" kaget Bu Mira mendengarnya.
"Apa yang kamu lakukan pada Ibu, Wawan..? Bicaralah..! Mengapa Ibu kamu perlakukan seperti ini..?" tanya Bu Mira kemudian.

Gairah yang Menggebu 01

Wawan, seorang bujangan berumur 28 tahun yang saat ini sedang kebingungan. Pasalnya, panggilan pekerjaan dari sebuah perusahaan dimana dia melamar begitu mendadak. Dia bingung bagaimana harus mencari tempat tinggal secepat ini. Perusahaan dimana dia melamar terletak di luar kota, jangka waktu panggilan itu selama empat hari, dimana dia harus melakukan tes wawancara. Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya, dengan tujuan penginapanlah dimana dia harus tinggal. Dengan bekal yang cukup malah berlebih mungkin, sampailah dia di penginapan dimana perusahaan yang dia lamar terletak di kota itu juga.

Friday, June 17, 2011

Mbak Iin, Kakak Iparku 02

Sambungan dari bagian 01

Perlahan ketegangannya mulai mengendur, pelan-pelan kutarik keluar batang kemaluanku, lalu pelan-pelan pula kumasukkan lagi, begitu seterusnya sehingga dia sudah dapat menyesuaikan iramanya, semakin lama semakin cepat kocokan batang keperkasaanku di dalam liang senggamanya, hingga semua masuk ke dalam, terasa menyentuh sesuatu di dalam, tetapi enak.
"Ooosshh.. ss.., yaa.. terus.. terus.. Hend..!" dia mulai mengerang dan menggelinjang semakin lama semakin tidak beraturan.
Kunaikkan badanku hingga posisi jongkok bertumpu pada lutut. Aku dapat melihat ekspresi wajahnya dan goyangan buah dadanya saat kukocok keluar masuk. Kakinya mengimbangi gerakanku dengan dinaikkannya ke pinggulku, lalu terus naik ke pundakku. Sesekali dipegangnya sendiri kedua bukit di dadanya, sehingga lebih menonjol dan kelihatan lebih seksi dari biasanya.

Mbak Iin, Kakak Iparku 01

Sudah lama aku mengagumi Mbak Iin (biasa dipanggil Mbak In), kakak dari Nana istriku, orangnya tidak terlalu tinggi sekitar 160 cm tingginya, dengan wajah cantik alami, kuning langsat dan yang membuatku terpesona adalah buah dadanya yang begitu padat (belakangan baru aku ketahui kalau ternyata ukurannya 38C), ditambah dengan body-nya yang sintal menambah kesan seksi.

Dibandingkan dengan istriku Nana, dia lebih seksi dan dewasa, karena profesi dia sebagai agen *** (edited) yang mengharuskan dia ramah dan mudah bergaul dengan lainnya. Usianya hanya satu tahun lebih tua dari usiaku yang 27 tahun. Selama ini Mbak In sudah kuanggap sebagai kakak sendiri, karena dia memang selalu menjaga jarak dan bersikap anggun, sehingga aku semakin menghormatinya, meskipun di dalam hati ada hasrat liar untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Meskipun sudah menikah dan punya satu anak, tetapi postur tubuhnya masih tidak berubah, bahkan bertambah padat karena terus dilatih dengan olahraga yang teratur.

Thursday, June 16, 2011

Gairah Siswi PKL

Dulu aku sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang automotive di daerah Bekasi. Ditempat itu, sebut saja PT. BT, jumlah karyawannya cukup banyak. Tapi bukan itu yang menyebabkan aku menurunkan tulisan ini. Selain karyawan, disana terdapat beberapa siswi yang sedang melakukan PKL. Diantara siswi tersebut, salah satu diantaranya, telah membuat aku seperti kembali merasakan cinta (yang dulu pernah hilang bersama Galuh).

Gairah Pertamaku 03

Sambungan dari bagian 02

Seperti tahu akan perasaanku, Widya mencoba membuatku rileks, "Pram.., kok kamu tegang sih..? Santai saja, Mbak maklum kalau kamu tegang begitu, Mbak dulu juga seperti kamu, gelisah dan tegang, nih coba ya..? Kamu tutup mata kamu, tarik nafas dalam-dalam..!" kata-kata Widya terputus begitu ujung di kepala kemaluanku menyentuh sesuatu yang hangat, basah dan kenyal.
Tapi aku tahu itu pasti bibir luar kemaluan Widya. Dengan telaten tangan Widya membimbing batang rudalku untuk mendapatkan posisi yang tepat agar jalan batang kemaluanku menembus liang kemaluannya bisa pas. Begitupun dengan pinggul Widya sedikit digoyangkan, agar posisi ujung kepala kemaluanku bisa tepat dalam jepitan bibir kemaluannya.

Gairah Pertamaku 02

Sambungan dari bagian 01

Widya bangkit dari tubuhku, dia berdiri di atasku dan tanpa malu-malu lagi Widya melorotkan sendiri celana pendek yang dikenakannya sekaligus celana dalamnya, namun kaosnya tidak ikut dilepas. Melihat aksi wanita cantik itu, aku hanya bengong dan berkali-kali menelan ludah menahan nafsu yang kian memburu. Lalu tanpa diduga, Widya berdiri tepat di atas wajahku yang masih tiduran di lantai, dikangkanginya kedua kaki jenjang milik Widya itu, hingga bulu-bulu lebat di sekitar selangkangannya jelas terlihat yang diantara bulu-bulu tersebut terlihat menyempil secuil daging kemerahan menutupi lubang kemaluan milik Widya yang sangat indah.Sepertinya Widya membiarkanku menikmati sesaat pemandangan indah yang baru kali ini kunikmati.

Gairah Pertamaku 01

Kesan pertama melakukan sesuatu bagi orang yang belum pernah dialamainya, sungguh sangat mengasyikkan. Begitu pula dengan kesan pada pengalaman pertamaku merasakan hangatnya tubuh wanita, yang mana terjadi pada waktu aku kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Walau sekarang aku bekerja di bidang travelling di kota Jakarta dan menjabat sebagai eksekutif di perusahaan tersebut, namun pengalaman pertama mencicipi nikmatnya cinta sungguh sulit dilupakan.

Gairah Mahasiswi

Namaku Dania.. Panggilanku Nia, tinggiku 167/52, kulit putih, bra 36a, rambut hitam panjang (lurus) dengan model pony.. teman-temanku sering mengejek ku dengan panggilan"siboneka jepang".

Kejadian ini terjadi waktu aku kuliah dulu, saat itu usiaku baru 21 tahun. Dan hari itu aku dan temanku Reni menginap dirumah Melly, kami bertiga sedang melakukan belajar bersama untuk menghadapi ujian semester, rumah kawanku Melly tidaklah terlalu besar.. Terdiri atas ruang tamu, ruang keluarga, kamar Melly, kamar adiknya dilantai 2, satu kamar mandi, dan kamar pembantu dibelakang dekat dapur. Melly hanya tinggal bersama ibunya, adiknya cowok bernama andri yang masih duduk dibangku SMP dan seorang pembantu.. Mbok Inah namanya.

Gairah Kedewasaan

Tahun 1994 yang lalu adalah saat pertama aku mengenal seks. Mungkin kalian tidak percaya, tapi begitulah keadaannya. Saat aku duduk di kelas 3 SMP (di sebuah SMP swasta terkenal di Surabaya), aku memiliki seorang teman cowok bernama Kevin, sebut saja begitu. Kevin dan aku selalu bermain bersama sejak kecil, mamaku dan mamanya berteman saat masih kuliah. Jadi kami sering berekreasi bersama ke Malang, Klaten, dan banyak tempat lainnya. Kisahku dimulai pada waktu Kevin dan aku pulang sekolah. Saat itu aku dan dia menunggu jemputan, karena kami berdua diantar dan dijemput oleh sopir dan mobil yang sama.

Gairah Itu Terus Menyiksaku

Aku tersentak bangun ketika HP ku berbunyi, sekilas kulirik jam dindingku masih menunjukkan pukul 6:00 pagi.
"Ahh.. siapa sih yang iseng banget, nelpon pagi-pagi begini", rutukku sambil kuraih HP-ku yg tergeletak di meja samping tempat tidurku.
Kulihat dilayar nomor adikku.
"Ya.. hallo.." sahutku singkat
"Halo Kakak Santy.. gimana khabarmu kak, Kak kapan mau pulang ke kampung kami sudah kangen nih..", terdengar suara adikku diujung sana.
"Ahh.. pasti kamu butuh duit lagi..", bisik hatiku.
Aku sangat tahu kalau adikku sudah menelponku begitu pasti itu tandanya dia butuh uang untuk biaya kuliahnya, aku tak menjawab pertanyaan adikku kubiarkan saja dulu dia bicara.
"Gimana Kak Santy.. halo.. halo.." suaranya agak sedikit keras, mungkin dikiranya aku tidak mendengarkan omongannya, padahal aku sangat jelas mendengarnya.
"Iya aku masih disini", jawabku singkat.
"Nantilah ratri, Kakak saat ini sedang tidak enak badan..", pintaku padanya.
Beberapa detik tidak ada jawaban darinya.
"OK deh..", suara adikku terdengar kecewa oleh keputusanku, lalu kumatikan HP-ku.

Gairah Istri Simpanan

Nama saya Ogi, berumur 30 tahun, dan ingin berbagi kenangan indah seks saya. Ketika itu saya masih bekerja di salah satu KAP terkenal di kota J. Saya bertugas melakukan audit pada perusahaan yang bergerak dalam pengeboran minyak dan kayu yang memiliki field di pulau K.

Ketika itu hari ke-12 saya melakukan audit, karena weekend saya ikut bersama-sama karyawan yang sedang off untuk sama-sama ke kota B di pulau K. Di dalam perjalanan menuju kota B dengan heli milik perusahaan tersebut, saya berkenalan dengan seorang Expatriate yang memiliki rumah di kota B. Singkat cerita ia menawarkan rumahnya yang memiliki paviliun untuk saya tempati selama saya berada di kota dan tentu saja saya sangat setuju.

Gairah Ibu-ibu STW - 3

Dari bagian 2

Serangan Fajar

Aku merasa hawa dingin menerpa tubuhku. Aku buka mata, waktu sekitar jam 3. 00, aku udah tidur selama 4 jam. Tubuh bugilku masih terbaring diranjang. Aku tengok Bu Diah, tubuhnya yang mulus telanjang bulat juga masih tergeletak disampingku. Udah enggak berpelukan lagi seperti waktu mau tidur. Aku mau cium dia, tapi enggak jadi, aku punya pikiran lain. Aku bangun pelan-pelan, aku berdiri disamping ranjang dekat Bu Diah. Aku amati tubuh molek Bu Diah, rambut ikal, hidung mancung, bibir merah merekah, leher jenjang, buah dada indah sekali besar dan kencang, pentilnya kemerahan mendongak, perut tipis, pinggul serasi, pantat bulat padat, kaki panjang dengan paha mulus indah. gembulan daging cembung diatas selangkangan itu bukan main menantangnya, garis merah membelah, rambut tipis menghias, itilnya merah sebesar biji kacang tanah bukan berlebihan tapi kemaluan Bu Diah masih seperti tempik anak umur 16 tahunan yang aku pernah tembus beberapa kali.

Gairah Ibu-ibu STW - 2

Dari bagian 1

Petang Hari Dengan Isteri

Aku sampai ke rumah sekitar jam 6. 30, aku ketemu isteri, Nuniek, di teras dan minta dia bikinin kopi. Aku buru-buru masuk kamar mandi yang ada dikamar utamaku, bilang sama dia kalo kebelet pipis, padahal aku mau ngecek kalo ada bekas-bekas lipstick atau apa lainnya dari Bu Henny atau Bu Yanti tadi (pernah ketahuan sekali ada bekas lipstick di bajuku dan kami ribut sekitar 1 minggu). Aku mandi air panas dari shower sekitar 10 menit. Badanku jadi segar kembali. Aku lupa enggak bawa handuk jadi keluar dari kamar mandi telanjang.
Sedang aku cari handuk, isteriku masuk kamar terus bilang"Bugil, nich ye. Sini, aku cariin handuk".
Dia ambil handuk, dikasihkan ke aku, tapi tangannya sempat memegang kontolku sambil ngomong"Yang beginian aja koq banyak yang nyari".

Gairah Ibu-ibu STW - 1

Aku seorang pria umur 31 th, namaku Hikam. Kehidupan sex ku masih OK. Belum lama ini aku mencoba mengingat-ingat, berapa banyak perempuan yang sudah aku gauli. Terlalu banyak untuk diingat. Beberapa wanita STW pun sudah aku setubuhi.

-Ibu Henny, Istri seorang usahawan terkenal. Tubuhnya mulus kulitnya halus, susunya keras, tempiknya kesat, liang senggamanya yang sempit masih harus aku lebarin lagi, mulut dengan bibir merahnya belum aku sumpalin kontolku, lubang anusnya belum aku jejalin kontolku

Maafkan Aku Suamiku... Aku Hanya Wanita Biasa...

Menjadi istri yang setia merupakan cita-cita kebanyakan wanita, termasuk diriku. Sinta namaku, umurku 37 tahun. Aku sudah menikah selama 15 tahun dan sudah dikarunia 2 orang anak laki-laki yang berumur 13 dan 10 tahun. Mas Andri adalah suamiku, umurnya lebih tua 5 tahun dari aku. Dia berkerja di sebuah instansi pemerintahan dan memiliki kedudukan yang cukup bagus sehingga kehidupan ekonomi keluargaku lebih dari cukup.